Beranda Sejarah Seni & Budaya Kisah Pembantaian Raja – Raja Melayu di Pesisir Pantai Timur

Kisah Pembantaian Raja – Raja Melayu di Pesisir Pantai Timur

2362
0
BERBAGI
Ilustrasi Perang Melawan Penjajah | Foto : Istimewa

DETIKEPRI.COM, SEJARAH – Pembantaian terhadap raja-raja Melayu dan golonga bangsawan Melayu yang terpelajar di Sumatera dan Kalimantan oleh pihak yang menamakan dirinya sebagai golongan Nasional Indonesia sekitar 1946 dan 1960-an.

Berikut adalah beberapa ringkasan cerita tentang peristiwa-peristiwa sadis yang terjadi di kerajaan-kerajaan Melayu Islam yang telah diserang oleh para manusia-manusia kejam. Peristiwa ini terjadi hampir bersamaan di Sumatera yaitu pada Maret 1946 dan kemudian pada 1960-an terjadi di kerajaan Melayu yang ada di Kalimantan.

KERAJAAN TANAH KARO

Di Kota Berastagi, para pemuda nasionalis menangkap dan mengasingkan para raja Urung dan Sibayak yang di undang ke sebuah majelis. Sekitar 17 orang Raja di tangka dan di asingkan ke Aceh, nasib mereka tidak diketahui. Bangsawan dan Datok Tumenggung di PENGGAL KEPALANYA. Raja Raja DISEMBELIH di Jembatan besar, Raja Silimakuta dilindungi TKR, tapi seluruh keluarnya di bunuh, ada yang di BAKAR HIDUP HIDUP dan ada yang di Penggal kepalanya.

BACA JUGA :  Sjafruddin Prawiranegara, Presiden Darurat RI Yang Terlupakan

KERAJAAN SIMALUNGUN

Barisan Harimau Liar pada Malam 3 Maret menangkap Raja Kerajaan Pane beserta keluarganya, lalu merampas harta benda mereka. Raja dan keluarganya dibawa ke tempat pesta, kemudian mereka DIBUNUH dengan kejam.

KESULTANAN ASAHAN, TANJUNG BALAI

Pada pukul Enam Pagi, Istana diserang sekelompok orang yang menamakan dirinya Nasional Pelopor Indonesia (Napindo), Pemuda Sosialis Indonesia (Pesindo), Ku Tui Sin Tai (Barisan Harimau Liar), Barisah Merah/Partai Komunis Indonesia, Hizbullah, dan buruh-buruh Jawa. Seluruh keluarga dan kerabat kesultanan Melayu Islam serta orang-orang yang bekerja di Istana ditangkap. Harta benda mereka dirampas. Sultan Sjaiboen Abdoel Djalil Rachmatsjah, Sultan Asahan sempat melarikan diri dari belakang Istana.

BACA JUGA :  Kisah Istana Lima Laras Tanjung Tiram Batu Bara

KESULTANAN KUALUH

Ketika Seluruh Penguhi Istana sedang tidur, Istana di serbu oleh sekelompok orang bersenjata tajam. Malam itu, Istana diobrak abrik. Tengku Al Hadji Moehammad Sjah, Sultan Kualuh dibawa ke kuburan Cina, tak jauh dari Istana. Tengku Besar juga di jemput dari rumah istrinya dan dibawa ke tempat yang sama. Mereka DISIKSA DENGAN KEJAM, Lalu di tinggalkan. Tengku Hasnan, Tengku Long, serta seluruh Keluarganya DIPENGGAL KEPALANYA. Sebanyak 73 Orang bangsawan dan krabat kerajaan Melayu yang menjadi korban malam itu.

BACA JUGA :  Sanggar Radath Sri Tanjung Tarempa, Tetap Exis Dan Terus Berkarya
Baca Halaman Berikutnya
Komentar
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here