Beranda Syiar Islam Tausyiah Puasa Ke 16 : Pelajaran Penting Ibadah Haji dan Umrah

Tausyiah Puasa Ke 16 : Pelajaran Penting Ibadah Haji dan Umrah

1197
0
BERBAGI
Pelajaran Tentang Haji dan Umrah, Mekkah Masjidil Haram | Foto : Ist/net

DETIKEPRI.COM, SYIAR ISLAM – Marilah kita mencoba menggali hikmah, ibrah dan pelajaran yang sangat besar dan banyak sekali di balik ibadah yang menjadi rukun Islam kelima ini. Dimana dengan mengambil hikmah, ibrah dan pelajaran itu, kita yang tidak atau belum berkesempatan berhaji-pun tetap bisa mendapatkan barakah dan fadhilah yang sangat besar dari ibadah haji dan umrah.

Sedangkan bagi para jamaah haji sendiri, pengambilan hikmah, ibrah dan pelajaran dari manasik haji dan umrah yang baru mereka jalankan, akan memberikan nilai lebih dan sekaligus bisa menjadi pembuktian serta penyempurna bagi ke-mabrur-an haji mereka.

BACA JUGA :  Antusias Masyarakat Saksikan Sabyan Gambus di Pembukaan MTQ XXIX Batam

Dari sekian banyak hikmah, ibrah dan pelajaran dari ibadah haji dan umrah, berikut ini tiga diantaranya, yang sangat fundamental dan penting sekali bagi upaya peningkatan kualitas keislaman dan keistiqamahan kita.

Pertama, ruhut-talbiyah (semangat menyambut seruan Allah dan memenuhi panggilan-Nya). Jamaah haji dan juga umrah, sejak pertama kali berniat ihram, disunnahkan memperbanyak pengucapan talbiyah, yang berupa ucapan: Labbaikallahumma labbaik. Labbaika laa syariika laka labbaik…dan seterusnya, yang berarti: Aku sambut seruan-Mu ya Allah, aku sambut seruan-Mu.

BACA JUGA :  Tausiah Ke-15 : Jalan Menuju Allah S.W.T

Aku penuhi panggilan-Mu, tiada ilah selain Engkau, aku penuhi panggilan-Mu… Maka esensi dari bacaan talbiyah di dalam haji dan umrah adalah semangat dan kesiapan menyambut seruan Allah, yang juga biasa dibahasakan dengan kata sami’na wa atha’na, yang bermakna: kami dengar dan kami siap taat (lihat QS. An-Nuur [24]: 51).

Nah, betapa indah dan luar biasanya seandainya semangat kita dalam menyambut setiap seruan dan perintah Allah adalah seperti yang kita miliki dalam menyambut seruan untuk berhaji dan berumrah! Namun kita sering tidak sadar bahwa, selama ini kita masih diskriminatif dalam menyikapi seruan-seruan dan perintah-perintah Allah Ta’ala! Maka mari menyambut setiap seruan dan perintah Allah dengan ruh labbaikallahumma labbaik dan semangat sami’na wa atha’na!

BACA JUGA :  Tausiah Puasa Ke 14 : Celaka Dunia dan Akhirat

Kedua, ruhul-’ibadah lil-’ibadah (semangat ibadah untuk ibadah, atau dengan kata lain: totalitas ibadah). Jika dibandingkan dengan ibadah-ibadah asasi yang lainnya, maka akan didapati bahwa, haji dan umrah dengan seluruh rangkaian manasiknya merupakan praktik ibadah ritual yang paling jauh dari penalaran logika dan akal. Namun toh setiap jamaah tetap saja bersemangat dalam menjalankannya.

Baca Halaman Berikutnya
Komentar
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here