Beranda Politik Konsensi Politik ‘Tidak Ada Kawan Sejati’ dan ‘Tidak Lawan Yang Abadi’ Ternyata...

Konsensi Politik ‘Tidak Ada Kawan Sejati’ dan ‘Tidak Lawan Yang Abadi’ Ternyata Benar

228
0
BERBAGI
Konsensi Politik 'Tidak Ada Kawan Sejati' dan 'Tidak Lawan Yang Abadi' Ternyata Benar | Photo : Ilustrasi Politik

DETIKEPRI.COM, POLITIK – Politik memang sulit dimengerti oleh setiap orang bahkan orang akan bisa membenci dan menolak orang yang telah berseberangan dengannya bahwa keyakinan mereka adalah kebenaran yang selama ini diharapkan, begitu juga sebaliknya.

Tetap terkadang orang tidak pernah tau apa itu konsensi dalam politik yang jelas para pendukung dari politik itu sendiri selalu larut dengan keyakinan dan patriotisme mereka terhadap dukungannya.

Bahkan orang-orang ini rela berperang dingin dengan para teman, sahabat yang selama ini bersama mereka, bahkan antar keluarga pecah akibat dari beda dukungan politik.

Ditahun teknologi ini banyak orang belajar politik secara instan yang ada dan tersebar di seluruh media sosial, bahkan pelajaran mereka tidak didasari dengan pengetahuan politik yang sebenarnya, hanya dasar tidak suka dan suka terhadap seseorang.

Atas pemberitaan atau informasi yang masih harus di pertanyakan sumber jelasnya, politik itu memang selalu membuat kita marah dan geram.

Terlebih lagi lawan politik bisa bergandengan dan bermesraan setelah pesta demokrasi usai. Lantas kekesalan mana yang harus di lampiaskan, atau mungkin justru timbul kekecewaan mendalam terhadap orang yang selama ini kamu dukung?

Apa yang terjadi di politik Indonesia telah menunjukan ‘Tidak Ada Kawan Sejati’ dalam kancah pertempuran politik, dan ‘Tidak ada lawan Abadi’ dalam dunia politik saat ini.

Terbukti dengan sikap Prabowo Subianto yang merupakan oposisi dari pemerintah menunjukan sikap soerang politikus handal, dan tetap bisa berjabat tangan dengan musuh politiknya dan bisa mesra dengan lawan politiknya.

Banyak yang menyayangkan akan sikap Prabowo Subianto, bahkan para pendukung kecewa bahwa apa yang dilakukan Prabowo adalah nafsu politik dan nafsu kekuasaan tidak sesuai dengan apa yang dia gembar-gemborkan selama ini.

Jika anda adalah seorang politik yang benar maka, anda akan bersikap berbeda dengan apa yang disampaikan dan dilakukan oleh Prabowo Subianto.

Justru anda akan mengatakan bahwa ini adalah politik, apa yang dilakukan Prabowo itulah politik, apa yang dilakukan oleh Oposisi itulah politik.

Baca Halaman Berikutnya
Komentar
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here