Beranda Ekonomi & Bisnis BI Terus Lakukan Intervensi Terkait Rupiah Terus Merosot Tajam

BI Terus Lakukan Intervensi Terkait Rupiah Terus Merosot Tajam

780
0
BERBAGI
Petugas jasa penukaran valuta asing memeriksa lembaran mata uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Senin (2/7/2018). - ANTARA/Puspa Perwitasari

DETIKEPRI.COM, EKONOMI – Pertanggal 1 September 2018 Rupiah Indonesia merosot hingga pada posisi Rp 14,750. Hal ini yang mempengaruhi Bank Indonesia untuk melakukan intervensi, agar dapat mendongkrak nilai tukar Rupiah menjadi lebih baik.

Selama dua dekade terakhir kondisi Rupiah tidak terlihat peningkatan, akibat dari kondisi ini memaksa Bank Indonesia untuk memacu dalam meningkatkan pengawasan di pasar negara berkembang dan defisit neraca transaksi berjalan.

BACA JUGA :  Nyat Kadir Apresiasi Santunan Seribu Anak Yatim yang Digelar BMPD

Nilai tukar rupiah jatuh ke level 14.750 per dolar, level terlemah sejak krisis keuangan Asia 1998, sementara obligasi acuan menghasilkan kenaikan 10 basis poin ke level tertinggi sejak 2016. Indeks Komposit Jakarta tergelincir sebanyak 1,3%.

Ekonom ING Groep NV Prakash Sakpal menilai pelemahan yang terjadi tidak sama dengan yang pernah terjadi pada 1998.

BACA JUGA :  BI Klaim Pelemahan Rupiah Masih Lebih Baik Dibanding Negara Lain

“Kinerja rupiah yang kurang dibandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya berasal dari posisi pembayaran eksternal Indonesia yang lemah, terutama defisit neraca berjalan. Hal-hal sekarang jauh berbeda dari 20 tahun yang lalu ketika krisis yang berasal dari Asia dan kelayakan kredit eksternal rupiah jauh lebih lemah,” jelasnya seperti dikutip Bloomberg, Sabtu (1/9/2018). dilansir dari laman BISNIS

Lebih lanjut, dia menjelaskan karena investor membuang aset Turki dan Argentina, negara-negara dengan defisit neraca berjalan besar seperti Indonesia dan India dilihat sebagai mata uang dan obligasi yang akan berada di bawah tekanan jual.

BACA JUGA :  Kurs Rupiah Ditutup Melemah sebesar 49 Poin pada 24 September 2018
Baca Halaman Berikutnya
Komentar
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here