Beranda Ekonomi & Bisnis HIPMI Menilai Nilai Tukar Rupiah Sudah Masuk Lampu Kuning

HIPMI Menilai Nilai Tukar Rupiah Sudah Masuk Lampu Kuning

788
0
BERBAGI
Lembaran mata uang rupiah dan dolar AS diperlihatkan di salah satu jasa penukaran valuta asing di Jakarta, Senin (2/7/2018)./ANTARA FOTO - Puspa Perwitasari

DETIKEPRI.COM, EKONOMI – Melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar mendapat sorotan dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), hal ini terkait merosotnya nilai tukar Rupiah dan belum terlihat ada peningkatan yang signifikan.

Jika kondisi ini terus melaju hingga 2019 maka indonesia akan mengalami krisis ekonomi yang berat dan lebih parah dari pada 1997 lalu, krisis ekonomi pada 1997 mengakibatkan demo besar-besar dan melengserkan penguasa orde lama menjadi masa reformasi.

BACA JUGA :  Saham Barang Konsumsi Bakal Dilirik, Akibat Anggaran THR Naik 55%

Namun melihat kondisi saat ini tidak ada terlihat pergerakan apapun walau sudah mencapai pada titik yang menghawatirkan.

Ketua BPP HIPMI (Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Anggawira menyatakan depresiasi kurs rupiah terhadap dolar saat ini bahaya dan dapat memicu terjadinya krisis moneter lagi.

“Kita tidak boleh menganggap enteng pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar saat ini yang menembus Rp 14.725 hampir mendekati Rp 15.000. Nanti jika pihak swasta yang meminjam anggaran negara dan pas jatuh tempo tak mampu bayar karena beratnya kurs. Ini sangat beresiko,” kata Anggawira Jumat (31/8/2018).

BACA JUGA :  Rupiah dan Mata Uang Asia Terpuruk Sebab Perang Dagang AS-China

Anggawira menyebut pelemahan rupiah ini pun nantinya akan berimbas pada masyarakat. Menurutnya, kekhawatiran masyarakat akan naiknya harga-harga bahan pokok tersebut dipicu oleh depresiasinya nilai tukar rupiah.

“Ya, saya khawatir. Namun, saya lebih mengkhawatirkan masyarakat kita karena harga-harga bahan pokok yang melambung tinggi ini dipicu oleh nilai tukar rupiah yang melemah,” sambungnya.

BACA JUGA :  Satu Zona di Batam Bakal Jadi KEK, Menko Darmin: Tunggu Saja
Baca Halaman Berikutnya
Komentar
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here