Beranda Ekonomi & Bisnis Migas Indonesia Hancur di Hajar Corona, Harga Minyak Dunia Rontok Akibat Permintaan...

Migas Indonesia Hancur di Hajar Corona, Harga Minyak Dunia Rontok Akibat Permintaan Sedikit

182
Migas Indonesia Hancur di Hajar Corona, Harga Minyak Dunia Rontok Akibat Permintaan Sedikit | Photo : Ist/Net

EKONOMI & BISNIS – Wabah Corona sangat menekan lajunya perkembangan ekonomi baik dalam negeri ataupun ekonomi dunia, pertumbuhan ekonomi disegala sektor sangat lambat saat ini, terlebih lemahnya daya beli akibat mewabahnya Convid-19.

Pelemahan ini juga diarasakan Migas Indonesia, terlebih sektor migas banyak dipegang kontraktor asing, sehingga upercut Corona cukup berdampak besar terhadap perkembangan Migas Indonesia.

Deputi Operasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Julius Wiratno, memaparkan proyek Merakes dikelola oleh Eni East Sepinggan Ltd yang mestinya onstream tahun ini terancam mundur.

Pihaknya belum bisa memastikan sampai kapan mundurnya proyek ini, karena aktivitas dilapangan masih akan ditangguhkan dulu.

Karena untuk menciptakan save working space antar pekerja dan juga persiapan untuk isolated room/facility in case ada virus outbreak di site/field,” ungkapnya kepada CNBC Indonesia, Senin, (30/03/2020).

Proyek Merakes dikelola oleh Eni East Sepinggan Ltd, satu dari 12 proyek, awalnya ditargetkan onstream pada September 2020 dengan kapasitas fasilitas 400 MMscfd dan estimasi produksi 360 MMscfd.

Kedua belas proyek yang direncanakan onstream itu diproyeksikan memproduksi gas sebanyak 705 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) dan minyak 3.000 barel minyak per hari (bph).

SKK Migas belum bisa memastikan proyek-proyek mana lagi yang bakal tertunda di tahun ini. Namun selain proyek Merakes, proyek lain yang diperkirakan akan mundur adalah pengerjaan kilang Tangguh Train 3, yang berada di bawah BP.

John S Karamoy dari Aspermigas menekankan pengurangan belanja modal kontraktor-kontraktor asing ini, bila berlangsung lama bisa berdampak pada produksi migas nasional yang akan di bawah target APBN 2020.

“Sudah waktunya, peran perusahaan nasional disektor hulu migas termasuk perusahaan penyediaan jasa dan barang terkait, dipersiapkan untuk mengisi menurunnya peran perusahaan asing,” kata dia.

sumber : cnbcindonesia.com

Tinggalkan Balasan