Beranda Sejarah Seni & Budaya 2 April Dalam Sejarah : Gegara Cornelis de Houtman Awal Indonesia Dijajah...

2 April Dalam Sejarah : Gegara Cornelis de Houtman Awal Indonesia Dijajah Belanda

147
2 April Dalam Sejarah : Gegara Cornelis de Houtman Awal Indonesia Dijajah Belanda | Photo : Ist/Net

SEJARAH – Awal terjadinya penjajahan di bumi pertiwi ini gegara Cornelis de Houtman pertama kali mendarat di Banten pada tahun 1595. Ini awal ekpedisi Belanda ke Nusantara, yang awalnya berniat untuk memburu rempah-rempah.

Setelah mengetahui rempah-rempah yang terdapat di tanah nusantara sangat beragam dan kaya akan manfaat untuk kesehatan, timbul rasa keserakahan Cornelis de Houtman untuk lebih mengetahui tentang Nusantara.

Empat kapal Belanda yang dipimpin Cornelis de Houtman tiba di perairan Banten pada 27 Juni 1596, tepat hari ini 422 tahun lalu. Sebelum angkat sauh dari Amsterdam, Cornelis mendapat informasi bahwa di timur jauh sana, ada kepulauan penghasil rempah-rempah: Nusantara.

Pada hari itulah, orang-orang Belanda telah menemukan Banten yang sejatinya hanya merupakan sebagian kecil dari kepulauan rempah-rempah paling menggiurkan di dunia. Praktik kolonialisme Belanda di Nusantara segera dimulai, dan Cornelis de Houtman adalah pembuka jalannya.

Cornelis Sang Perintis

Desas-desus mengenai kepulauan rempah-rempah yang terletak di negeri antah-berantah menjadi isu yang marak diperbincangkan oleh kalangan pedagang di Eropa pada akhir abad ke-16 itu, termasuk di Belanda.

Kaum saudagar di negeri kincir angin kemudian mengutus Cornelis de Houtman pergi ke Portugal, tepatnya ke Lisboa (Lisbon). Kala itu, sebagian wilayah dunia, termasuk beberapa tempat yang memiliki potensi rempah-rempah, memang dikuasai oleh Kerajaan Portugis. Sebagian lainnya diduduki oleh Kerajaan Spanyol.

Disebutkan oleh George Masselman dalam The Cradle of Colonialism (1963), Cornelis berangkat dari Amsterdam menuju Lisboa untuk melakukan investigasi sekaligus mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai kebenaran atas keberadaan pulau surga itu (hlm. 86).

Selama dua tahun, Cornelis menghabiskan waktunya di Portugal. Dan ketika ia kembali ke negerinya, Jan Huygen van Linschoten, seorang Belanda yang bekerja untuk Portugis di India, kebetulan juga baru saja pulang ke Amsterdam.

Sepulang dari India itu, van Linschoten menerbitkan laporan perjalanannya dengan tajuk Itinerario (Jan S. Aritonang, Sejarah Perjumpaan Kristen dan Islam di Indonesia, 2004: 53). Dalam buku laporan tersebut, van Linschoten menjabarkan potensi yang terkandung di Asia untuk kepentingan perdagangan bangsa Eropa, termasuk India, Persia (Iran), dan Nusantara.

Tinggalkan Balasan