Beranda Syiar Islam Tausyiah Puasa Ke-17 : Jalan Menuju Surga

Tausyiah Puasa Ke-17 : Jalan Menuju Surga

1152
0
BERBAGI
Ilustrasi Jalan | Foto : Ist/Net

DETIKEPRI.COM, SYIAR ISLAM – Nabi Muhammad shalallahu’alaihi wasallam telah menyerukan isyarat bahwa ada rute terpintas lagi sangat mudah menuju surga Allah. Yaitu tholabul Ilmi (menuntu ilmu)

?Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Sahabat Abu Darda’ radhiallahu’anhu, bahwa Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam bersabda,

«من سلك طريقاً يبتغي فيه علماً سلك الله له به طريقاً إلى الجنة».

“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan tunjuki jalan ke surga baginya.” (Tuhfatul Akhwadzi no. 2682)

BACA JUGA :  Tausyiah Puasa Ke-19 : Cintai Anak Yatim dan Fakir Miskin

?Juga diriwayatkan oleh Sahabat Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Rasulallah shalallahu’alaihi wasallam bersabda,

«من سلك طريقاً يلتمس فيه علماً سهل الله له به طريقاً إلى الجنة»

“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan jalan ke surga baginya.” (HR. Muslim no. 4867)

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah menjelaskan:

“Jenis jalan yang dimaksud bersifat umum (segala wasilah yang menghantarkan kepada ilmu), baik itu

BACA JUGA :  PERPAT Pesisir Edisi ke Lima, Santuni Masyarakat Monggak Pasir Panjang

=》Jalan Hissiy (ditempuh menggunakan kedua kaki)
seperti; berangkat dari rumah menuju ke sekolah, atau ke masjid atau ke halaqah ilmu dan semisalnya.
=》Jalan Maknawi (tercapainya sebuah pemahaman) seperti; talaqqi (berdiam diri mencermati guru secara tatap muka) Menghafal ilmu, mengulang hafalan, membaca buku ilmiah, penelitian ilmiah atau mendengarkan rekaman-rekaman ilmu dan seterusnya.”
Ilmu dunia atau agama?

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah melanjutkan:

BACA JUGA :  Tausiah Puasa Ke-21 : Wajibnya I’tikaf Sepuluh Hari Terakhir Ramadan

“والمراد بالعلم هنا علم الشريعة وما يسانده من علوم العربية والتاريخ وما أشبه ذلك.
أما العلوم الدنيوية المحضة كالهندسة وشبهها فلا تدخل في هذا الحديث.”

“Ilmu yang dimaksud adalah ilmu syariah (agama) dan seperangkatnya termasuk ilmu bahasa arab, sejarah islam dsb. Adapun ilmu keduniaan seperti arsitektur dan yang semisal, tidak termasuk dalam kandungan hadits.” (Lihat Syarah Arbain An Nawaaiyyah Li Ibni Utsaimin 1/357-363)

Baca Halaman Berikutnya
Komentar
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here