Beranda Ekonomi & Bisnis Gig Ekonomi Menciptakan Ketidakpastian Kerja, Bagaimana Bisa Terjadi

Gig Ekonomi Menciptakan Ketidakpastian Kerja, Bagaimana Bisa Terjadi

196
0
BERBAGI
Gig Ekonomi menurut Charles Handy pakar manajemen | Photo : Ist/Net

DETIKEPRI.COM, EKONOMI – Mungkin masih banyak yang asing dengan istilah ‘Gig Ekonomi’, pada dasarnya maksud dan arti dari Gig Ekonomi adalah sistem pekerjaan yang tidak ada ketetapan waktu dan dukungan kebutuhan dalam suatu pekerjaan.

Hal ini seperti yang dibahas oleh pakar manajemen Charles Handy bahwa untuk masa yang akan datang jenis pekerjaan akan berubah menjadi 3 jenis yaitu, pegawai tetap, staf kesual, outsourching.

Sementara itu apa yang disampaikan Charles Handy telah terjadi di Indonesia, sejak masa kepemimpinan Presiden Megawati dan Jusuf Kalla yang telah memberlakukan outsourching.

BACA JUGA :  Robert Pakpahan Optimis PPh Final 0,5% Mampu Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Sehingga bermunculan pekerja paruh waktu atau freelancer dan beberapa pekerjaan lainnya yang tidak ada keterikatan dan ketetapan kerja.

Dilansir dari bbc Pekerja masa depan harus sangat fleksibel dan gesit sesuai dengan pasar tenaga kerja baru. Tapi petuah ini bermasalah karena empat alasan, tulis Pete Robertson.

Klaim bahwa Inuit (penduduk Eskimo) memiliki 50 kata untuk salju mungkin diragukan, namun itu menjelaskan sebuah kenyataan dengan baik bahwa kosa kata kita menjadi lebih luas dan bernuansa terhadap fenomena yang sering kita hadapi.

BACA JUGA :  Grab, Gojek dan Alibaba Dianggap sebagai Pesaing Bank di Indonesia

Jenis pekerjaan standar di abad ke-20 itu adalah pekerjaan formal, penuh waktu dan permanen. Baru-baru ini kamus untuk jenis pekerjaan lain telah berkembang.

Pekerjaan dapat bersifat sementara, berjangka waktu tetap, musiman, berbasis proyek, paruh waktu, kontrak tanpa minimal jam kerja, kontrak kasual, agen, freelance, perifer (peripheral) atau pekerjaan yang tidak menerima tunjangan, kontingen (pekerjaan non permanen yang dibayar per kasus), eksternal, non-standar, tidak tipikal, berbasis platform, outsource, sub-kontrak, informal, tidak dideklarasikan, tidak aman, marjinal atau genting (pekerjaan yang terancam akibat kondisi keuangan).

BACA JUGA :  Pemerintah Terapkan Sanksi Bagi Perusahaan yang Tak Bangun Smelter

“Pengusaha mandiri” sekarang melakukan “pekerjaan Uber” – sebuah istilah yang muncul (meniru istilah “McJobs” yang sebelumnya digunakan untuk merendahkan pekerjaan bergaji rendah) untuk menggambarkan pekerja yang secara teknis bekerja sendiri dalam ‘gig economy'(ekonomi yang bergantung pada pekerja dengan kontrak sementara).

Pekerjaan yang tidak khas ini tak lagi begitu memperlihatkan lagi ketidakkhasannya. Pekerjaan yang tidak pasti telah menjadi fenomena penting.

Baca Halaman Berikutnya
Komentar
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here