Beranda Ekonomi & Bisnis Gig Ekonomi Menciptakan Ketidakpastian Kerja, Bagaimana Bisa Terjadi

Gig Ekonomi Menciptakan Ketidakpastian Kerja, Bagaimana Bisa Terjadi

137
0
BERBAGI
Gig Ekonomi menurut Charles Handy pakar manajemen | Photo : Ist/Net

DETIKEPRI.COM, EKONOMI – Mungkin masih banyak yang asing dengan istilah ‘Gig Ekonomi’, pada dasarnya maksud dan arti dari Gig Ekonomi adalah sistem pekerjaan yang tidak ada ketetapan waktu dan dukungan kebutuhan dalam suatu pekerjaan.

Hal ini seperti yang dibahas oleh pakar manajemen Charles Handy bahwa untuk masa yang akan datang jenis pekerjaan akan berubah menjadi 3 jenis yaitu, pegawai tetap, staf kesual, outsourching.

BACA JUGA :  Cara dan Sistem Pekerjaan dari Visi Karir di Abad 21

Sementara itu apa yang disampaikan Charles Handy telah terjadi di Indonesia, sejak masa kepemimpinan Presiden Megawati dan Jusuf Kalla yang telah memberlakukan outsourching.

Sehingga bermunculan pekerja paruh waktu atau freelancer dan beberapa pekerjaan lainnya yang tidak ada keterikatan dan ketetapan kerja.

Dilansir dari bbc Pekerja masa depan harus sangat fleksibel dan gesit sesuai dengan pasar tenaga kerja baru. Tapi petuah ini bermasalah karena empat alasan, tulis Pete Robertson.

BACA JUGA :  Pada 2019 Yang Akan Datang, Bakal di Buka Taman Star Wars Disney

Klaim bahwa Inuit (penduduk Eskimo) memiliki 50 kata untuk salju mungkin diragukan, namun itu menjelaskan sebuah kenyataan dengan baik bahwa kosa kata kita menjadi lebih luas dan bernuansa terhadap fenomena yang sering kita hadapi.

Jenis pekerjaan standar di abad ke-20 itu adalah pekerjaan formal, penuh waktu dan permanen. Baru-baru ini kamus untuk jenis pekerjaan lain telah berkembang.

BACA JUGA :  BI Naikan Suku Bunga, Saham Perbankan Merosot Tajam

Pekerjaan dapat bersifat sementara, berjangka waktu tetap, musiman, berbasis proyek, paruh waktu, kontrak tanpa minimal jam kerja, kontrak kasual, agen, freelance, perifer (peripheral) atau pekerjaan yang tidak menerima tunjangan, kontingen (pekerjaan non permanen yang dibayar per kasus), eksternal, non-standar, tidak tipikal, berbasis platform, outsource, sub-kontrak, informal, tidak dideklarasikan, tidak aman, marjinal atau genting (pekerjaan yang terancam akibat kondisi keuangan).

Baca Halaman Berikutnya
Komentar
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here