Beranda Ekonomi & Bisnis Cara dan Sistem Pekerjaan dari Visi Karir di Abad 21

Cara dan Sistem Pekerjaan dari Visi Karir di Abad 21

155
0
BERBAGI
Outsourcing work | Photo : Ilustrasi

DETIKEPRI.COM, EKONOMI – Menyambung dari pembahasan dari artikel sebelumnya tentang ‘Gig Ekonomi’ di Abad 21. Kali ini Visi dari Karir di Abad 21 sangatlah terlihat perbedaan jelas, sudah mulai terjadi pergerakan sistem pekerjaan yang perlahan dan pasti.

Pekerjaan Outsourching telah diterapkan dibeberapa negara bahkan Indonesia sendiri telah menerapkan sistem Outsourching sejak tahun 1999.

Sistem pekerjaan yang tidak ada ketetapan dan bersifat sementara alias kontrak, namun penerapan sistem ini tidak melihat dari kebutuhan pekerjaan.

BACA JUGA :  Gig Ekonomi Menciptakan Ketidakpastian Kerja, Bagaimana Bisa Terjadi

Penerapan pekerjaan ini justru lebih memandang dari segi pengusaha, jelas dalam hal ini pengusaha di untungkan dengan sistim outsourching.

Karir pada awal abad ke-21, seperti yang disampaikan pada kami, akan menjadi “tanpa batas” (melompat dari satu proyek ke proyek lain, tidak terbatas pada satu organisasi), “portofolio” (beberapa pekerjaan paralel dengan beberapa perusahaan), dan “protean” (para pekerja mengubah diri mereka sesuai kebutuhan).

BACA JUGA :  Gig Ekonomi Menciptakan Ketidakpastian Kerja, Bagaimana Bisa Terjadi

Para pakar masalah karir berpendapat bahwa para pekerja masa depan harus bisa sangat fleksibel. Tak ada lagi pekerjaan seumur hidup. Pelajari keterampilan manajemen karir agar gesit dengan pasar tenaga kerja baru. Tapi petuah ini bermasalah karena empat alasan.

Pertama, ketidakpastian pekerjaan selalu ada; dan pernah menjadi norma sejarah. Industri konstruksi selalu berbasis proyek dan musiman seperti pertanian; pelaut secara tradisional dipekerjakan untuk pelayaran. Industri hiburan adalah salah satu “gig economy” sejati. Ini adalah salah satu industri yang secara rutin membuang pekerja saat pekerjaan selesai.

BACA JUGA :  Gig Ekonomi Menciptakan Ketidakpastian Kerja, Bagaimana Bisa Terjadi
Baca Halaman Berikutnya
Komentar
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here