Beranda Syiar Islam Tausyiah Puasa Ke-18 : Ghibah dan Dusta Tidak Membatalkan Puasa

Tausyiah Puasa Ke-18 : Ghibah dan Dusta Tidak Membatalkan Puasa

1167
0
BERBAGI
Ilustrasi Ghibah, Dusta, atau Gosipin Orang | Foto : Ist/net

DETIKEPRI.COM, SYIAR ISLAM – Yang pertama ghibah tidak membatalkan puasa , akan tetapi mengurangi pahala dan kwalitas puasa, sebagaimana pula perkataan dusta.

*Dusta dan ghibah haram hukumnya akan tetapi tidak termasuk ke dalam pembatal puasa*. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan :

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta, maka Allah tidak butuh kepada perbuatan dia di dalam meninggalkan makan dan minum.”
(HR. Bukhari no. 1903).

BACA JUGA :  Tausyiah Puasa Ke-17 : Jalan Menuju Surga

Imam Al-Qasthalani menyatakan ketika menjelaskan makna hadits ini :

وليس المراد الأمر بترك صيامه إذا لم يترك الزور، وإنما معناه التحذير من قول الزور. فهو كقوله عليه الصلاة والسلام: ‘من باع الخمر فليشقص الخنازير’ ولم يأمره بشقصها، ولكنه على التحذير والتعظيم لإثم شارب الخمر. وكذلك حذر الصائم من قول الزور والعمل به، ليتم له أجر صيامه».

“Bukanlah maksud dari hadis ini perintah untuk meninggalkan puasa jika tidak mampu meninggalkan perkataan dusta. Akan tetapi maknanya adalah peringatan keras dari perkataan dusta. Hadis ini mirip dengan hadis ; ‘Barangsiapa menjual khamr/minuman keras hendaknya ia mencincang babi’.

BACA JUGA :  Tausyiah Puasa Ke-22 : Syarat, Rukun, dan Pembatal I’tikaf

Maksudnya bukan kok Nabi menyuruh mencincang babi. Akan tetapi beliau memperingatkan dan menjelaskan betapa besarnya dosa peminum khamr. Demikian pula beliau memperingatkan orang yang berpuasa dari perkataan dan perbuatan dusta, supaya menjadi sempurna pahala puasanya.”
(Irsyadus-Sari Syarah Shahih Bukhari : 2/353-354).

Yang kedua, ghibah adalah perbuatan tercela namun di sana ada jenis ghibah yang diperkecualikan, jika bertujuan untuk mewujudkan kemaslahatan. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ketika menjelaskan hakikat ghibah :

BACA JUGA :  Cara Aa Gym Nasihati TGB yang Dukung Jokowi 2 Periode

أَتَدْرُونَ مَا الْغِيبَةُ ؟ قَالُوا : اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ : ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ قِيلَ : أَفَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِي أَخِي مَا أَقُولُ ؟ قَالَ : إِنْ كَانَ فِيهِ مَا تَقُولُ فَقَدْ اغْتَبْتَهُ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيهِ فَقَدْ بَهَتَّهُ

“Apakah kalian mengetahui apa itu ghibah? Para sahabat berkata : ‘Allah dan rasul-Nya yang lebih tahu’. Nabi bersabda : ‘Engkau menyebutkan hal yang dibenci oleh saudaramu’. Dikatakan : ‘Apa pendapatmu ucapanku pada saudaraku itu benar?’.

Baca Halaman Berikutnya
Komentar
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here