Beranda Internasional Dampak Larangan China Terkait Sampah Plastik, Kesulitan Negara Penghasil Sampah Plastik Cari...

Dampak Larangan China Terkait Sampah Plastik, Kesulitan Negara Penghasil Sampah Plastik Cari TPA

194
0
BERBAGI
Dampak larangan China terhadap Sampah Plastik | Photo : Istimewa/Reuters/Net

DETIKEPRI.COM, INTERNASIONAL – Beberapa kurun belakangan ini, China menetapkan larangan terhadap impor sampah plastik, kondisi polusi akut yang mengakibat negara China menghentikan impor sampah plastik dan mengurangi pabrik plastik di negara tersebut.

Polusi yang mencapai angka tertinggi mengakibatkan banyak kematian dalam beberapa tahun belakangan, sehingga pemerintah mengambil keputusan untuk tidak lagi menerima atau membuat pabrik plastik.

Jika China telah menetap larangan terhadap sampah plastik dan produksi biji plastik, mengapa Indonesia terutama Batam menerima perusahaan yang telah di usir dari negaranya untuk buka di Batam.

Lantas pertimbangan apa yang telah di buat oleh pemerintah Kota Batam dalam hal BP Batam yang telah mengizinkan sekurangnya 5 perusahaan pabrik plastik dari negara China.

Untuk memproduksi plastik yang mana polusi tertinggi diakibatkan oleh produksi pabrik plastik itu sendiri, jika banyak negara kebingunan melakukan ekspor sampah plastik, atas larangan negara China lantas Indonesia akankah menjadi penampung?

Dilansir dari BBC.COM Akibat keputusan China tersebut, ekspor sampah plastik dunia merosot. Analisa kelompok Greenpeace menyebut, penurunannya hampir setengah pada akhir 2018 jika dibandingkan dengan jumlah sampah pada 2016.

Terdapat berbagai laporan bahwa sampah plastik yang siap diekspor telah menumpuk dan sebagian telah dialihkan ke negara lain.

Malaysia, Vietnam, Thailand, Indonesia, Taiwan, Korea Selatan, Turki, India, dan Polandia menanggung beban tersebut.

Malaysia mengambil porsi terbesar. Sampah plastik yang diimpor dari 10 negara dalam enam bulan pertama pada 2018 hampir mencapai jumlah total sampah yang negara itu terima pada 2016 dan 2017.

Akan tetapi, sampah yang tiba di negara-negara ini belum didaur ulang secara memadai sehingga menimbulkan berbagai masalah.

Inggris secara khusus disoroti oleh pemerintah Malaysia.

“Yang warga Inggris yakini bahwa mereka telah mengirim sampah untuk didaur ulang sejatinya dibuang ke negara kami,” kata Menteri Lingkungan Malaysia, Yeo Bee Yin.

Negara-negara menganbil tindakan
Negara-negara pengimpor sampah lantas menyadari bahwa jumlah sampah yang datang sulit ditangani dan membuat sejumlah negara mengeluarkan langkah pengendalian.

Baca Halaman Berikutnya
Komentar
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here