Beranda Liputan Khusus Sejarah Seni & Budaya Sejarah Islam : Perkembangan Sosial-Politik

Sejarah Islam : Perkembangan Sosial-Politik

254
0
Sejarah Islam : Perkembangan Sosial-Politik | Photo : Dok.Istimewa

DETIKEPRI.COM, SYIAR – Di antara karakter pokok agama Islam adalah perhatiannya yang berimbang kepada urusan dunia dan akhirat. Dengan demikian maka Islam memberikan perhatian penuh kepada aspek-aspek pengelolaan kehidupan manusia.

Mulai pada tataran individual hinga pada tataran kehidupan bermasyarakat. Hal ini paling awal diilustrasikan oleh tindakan-tindakan yang diambil oleh Nabi Muhammad S.A.W.

Khususnya setelah periode Hijrah ke Madinah. Sejak awal beliau memastikan ikatan yang kuat antara umat Islam kelompok Muhajirin (Mereka yang berasal dari Makkah) dan kelompok Anshar (Mereka yang merupakan Muslim asli Madinah).

BACA JUGA :  Sejarah Islam Periodik Klasik Oleh Prof. Dr. Hasan Asari, MA

Kemudian beliau berhasil membangun aliansi dengan kelompok lain yang mendiami Madinah, yakni kelompok Arab non-Muslim dan kelompok Yahudi.

Aliansi tersebut dituangkan dalam perjanjian terulis, yang populer sebagai Piagam Madinah (Shuhuf Madinah). Isi paling penting dari Piagam Madinah tersebut kesepakatan untuk hidup bersama secara damai di Madinah.

Kebebasan menjalankan agama masing-masing, dan kerjasama dalam membela dan memajukan kota Madinah.

BACA JUGA :  Sejarah Islam Periodik Klasik Oleh Prof. Dr. Hasan Asari, MA

Struktur sosial-politik umat Islam untuk pertama kali diletakan oleh Nabi Muhammad S.A.W dengan beliau secara langsung menjadi pemimpin tertinggi. Jadi setidaknya setelah Hijrah, Nabi Muhammad S.A.W adalah pemimpin keagamaan sekaligus pemimpin politik.

Inilah bentuk awal pengelolaan sosial-politik umat Islam dan dilaksanakan sepanjang hidup Nabi Muhammad S.A.W.

Setelah Nabi Muhammad S.A.W wafat, kepemimpinan umat Islam dilanjutkan oleh para Al-Khulafa Al-Rasyidun yang emapt : Abu Bakar Al-Shiddiq, Umar Bin Al-Khathab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib.

BACA JUGA :  Sejarah Islam Periodik Klasik Oleh Prof. Dr. Hasan Asari, MA

LEAVE A REPLY

Berikan Komentar Anda
Ketikan Nama lengkap anda