Beranda Ekonomi & Bisnis Tergerus Corona, Bali Kehilangan Rp 50 M, Setiap Harinya

Tergerus Corona, Bali Kehilangan Rp 50 M, Setiap Harinya

8
Tergerus Corona, Bali Kehilangan Rp 50 M, Setiap Harinya | Photo : Ist/Net/Dream

DETIKEPRI.COM, EKONOMI – Bali merupakan daerah berpenghasilan terbesar dari bidang Pariwisata, namun saat ini terpuruk akibat hantaman badai Corona yang merupakan pandemi global.

Pendapatan utama daerah berasal dari Pariwisata, dangan tingkat kunjungan pertahun yang tertinggi di Indonesia, dan Bali menjadi destinasi utama wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan saat ini, bali menjadi kota yang kehilangan pendapatan daerah setiap harinya, sekurangnya sekitar 50 Miliar Rupiah hilang.

Bali merupakan kota pertama dengan tingkat pariwisata tertinggi di Indonesia, dan menjadi destinasi utama di dunia, bahkan Bali lebih terkenal dibandingkan Indonesia sendiri.

Pariwisata di Bali lesu akibat penyebaran virus corona (Covid-19) di berbagai negara. Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, menyebut, potensi pemasukan dari belanja wisatawan yang hilang akibat wisata sepi mencapai Rp 50 miliar per hari dilansir dari cnbcindonesia.com

Pria yang akrab disapa Cok Ace itu bilang, rata-rata turis asing enggan berwisata. Ia berharap ada tambahan kunjungan dari turis domestik.

“Kita berharap wisatawan domestik bisa menutupi. Oleh sebab itu presiden kan sudah buat kebijakan. Cukup membantu walaupun tidak signifikan,” ungkapnya kepada CNBC Indonesia, Rabu (4/3/20).

Dia bilang, turis domestik sempat menguasai pasar pariwisata Bali sebelum harga tiket pesawat melonjak tinggi. Tahun lalu, dengan harga tiket pesawat yang mahal, turis domestik turun 40%.

Padahal sebelumnya, dalam catatannya, kunjungan turis asing per tahun berkisar 6 juta kunjungan. Adapun turis domestik mencapai 8 juta orang per tahun. Kini, dengan adanya insentif dari pemerintah pusat, dia berharap turis domestik kembali mendekati angka 8 juta tersebut per tahun.

“Tahun lalu penurunan wisatawan domestik 40%. Nah, dengan diskon tadi diharapkan bisa naik lah lagi, walaupun tidak 40% minimal bisa 20-30%,” katanya.

Ia menegaskan bahwa sampai saat ini belum ada warga di Bali yang diketahui posisi virus corona. Meski begitu, ada 7 orang di Bali yang sampai saat ini masih berstatus dalam pengawasan.

“Sampai hari ini kita sempat isolasi 29 warga termasuk asing, tapi dari 29 itu, 22 orang per hari ini hasil lab-nya tidak ada yang corona. Jadi belum ada satu pun di Bali,” katanya.

Tinggalkan Balasan