Beranda Berita Daerah Penegak Hukum Terkesan Lamban Sikapi Tindakan Perusak Terumbu Karang

Penegak Hukum Terkesan Lamban Sikapi Tindakan Perusak Terumbu Karang

87
0
Excavator Mengeruk Trumbukarang Di Tepi Pantai Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, (Foto Rohadi)

DETIKEPRI.COM, ANAMBAS – Para Pencinta Lingkungan Di Kabupaten Kepulauan Anambas Terus Mengecam Perbuatan PT. Ganesha Bangun Riau Sarana Yang Mengeruk Terumbu Karang yang Menggunakan Alat Berat Excavator PS 200 Di Perairan Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas Sejak hari Rabu (02/12/2020) lalu.

Pasalnya belum terlihat tindak tegas pihak penegak hukum terkait persoalan ini.

Padalah banyak pihak yang mengecam tindakan PT. Ganesha Bangun Riau Sarana bahkan berkembang hingga mahasiswa Kepulauan Anambas yang saat ini sedang mengeyam pendidikan di luar daerah.

Bela salah satu mahasiswi di sebuah perguruan tinggi ternama di Jawa Barat juga menyampaikan kekesalannya terhadap tindakan PT. Ganesha Bangun Riau Sarana yang hingga kini belum diproses secara hukum.

Sementara itu dari tempat terpisah Anggota Kelompok Kompak/TBPA yang dibawah koordinator Kementerian Keluatan juga menyampaikan kekesalannya.

Juki menyebutkan PT. Ganesha Bangun Riau Sarana harus diproses secara hukum sesuai UU No. 45 Tahun 2009 atas perubahan UU No. 31 Tahun 2004, Hal ini juga berpotensi melanggar UU Nomor 32 Tahun 2009.

Padalah Surat yang permohonan yang dilayangkan PT Ganesha Bangun Riau Sarana dengan nomor 15/GBRS/SPII-KLH/XI/2020 tertanggal (20/11/2020) Prihal Permohonan Izin Pemancangan di Laut Tanpa Tongkang.

Sementara itu Surat tanggapan dari Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Nomor 498/DISHUBLH.660/11.2020 yang dikeluarkan tertanggal (27/11/2020).

Yang jelas menyebutkan pemancangan tanpa menggunakan tongkang, dan bahkan penjelasan surat tersebut mengarah pada  meminimalisir perusakan ekosistem terumbu karang yang ada dibawah jalur SP II.

LEAVE A REPLY

Berikan Komentar Anda
Ketikan Nama lengkap anda