Beranda Liputan Khusus Sejarah Seni & Budaya Sejarah Islam Sejak Abad ke-19 Modrn, Modernitas dan Modernisasi

Sejarah Islam Sejak Abad ke-19 Modrn, Modernitas dan Modernisasi

382
0
Dok.Istimewa

DETIKEPRI.COM, SYIAR – Sejak awal abad ke-19, salah satu tema yang paling anyak menyita perhatian dalam kajian keislaman adalah hubungan antara Islam  dan modernitas.

Populernya tema ini ditujukan oleh banyak literatur yang ditulis tentangnya oleh penulis Muslim maupun penulis bukan Muslim. Tema modernisasi Islam ini menjadi objek kajian yang kontrovesial.

Melibatkan kubu yang mamandangnya sebagai  keharusan di satu sisi dan kubu yang melihatnya sebagai sesuatu yang terlarang di sisi lain. Terlepas dari kontroversi yang sangat ramai pada tataran filosofisnya, tak berlebihan bila modernitas disebut sebagai faktor utama dinamika sejarah umat Islam sejak abad ke-19.

Pada bagian awal sudah disebtukan bahwa periode setelah abad ke-19 lumrah disebut sebagai periode modern dalam kajian sejarah Islam. Dalam konteks ini kata ‘Modern’ digunakan sebagai kata sifat yang menunjukan satu rentang waktu sebagai kelanjutan dari periode klasik dan periode perteangahan.

Maka ketika disebtukan kata ‘Islam Modren’ yang dimaksudkan adalah fenomena historis Islam yang terjadi sejak tahun 1800 hingga saat ini.

Sebuah periode sejarah tentu saja terbentuk karena adanya perubahan yang serius dan substantif. Para pengkaji sejarah Islam pada umumnya menyarakan tiga periode dimaksud sebagai mewakili masa kemajuan pesat (klasik), masa kemandekan (pertengahan), dan kebangkitan kembali (Modern).

Jika gerak dinamika naik-turunnya sejarah Islam digambarkan dengan sebuah kurva, maka periode modern mewakili garis tanjakan yang kedua.

LEAVE A REPLY

Berikan Komentar Anda
Ketikan Nama lengkap anda