Beranda Politik Sandiaga : Hukum Jangan Digunakan Memukul Lawan, Dahnil di Periksa Lagi

Sandiaga : Hukum Jangan Digunakan Memukul Lawan, Dahnil di Periksa Lagi

170
0
BERBAGI
Dahnil Diperiksa Lagi, Sandiaga: Hukum Jangan untuk Memukul Lawan | Photo : Ist/Net

DETIKEPRI.COM, POLITIK – Ketimpangan hukum selalu terjadi di negara ini, bahkan kondisi politik yang saat sangat memanas mengakibatkan hukum digunakan sebagai alat untuk memojokan dan menjatuhkan lawan politik, hukum di kendalikan oleh penguasa Republik ini.

Hal yang biasa dilakukan oleh para elit politik yang ada di pemerintahan saat mencalon dirinya kembali sebagai pemimpin dari partai politiknya, ini bukan kali pertama yang terjadi bahkan sudah bergulir dari kurun waktu yang cukup lama.

BACA JUGA :  Perang Survei Antara Jokowi dan Prabowo, Saling Klaim Tertinggi

Bahkan di Negara-negara maju yang ada di dunia juga tidak luput dalam upaya penekanan lawan politik dengan jalur hukum yang telah menjadi ketetapan pemerintah.

Namun bedanya hukum pada masa itu digunakan oleh pelaku dengan cara yang lebih elegan dan lebih lembut, ketimbang saat ini sangat terang hukum digunakan untuk menjatuhkan lawan politik.

BACA JUGA :  Kampanye Damai Bakal digelar Pada 23 September Mendatang

Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahudin Uno, menghormati proses hukum kasus dugaan penyelewengan dana kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia yang diduga menyeret nama Dahnil Anzar Simanjuntak.

Dahnil merupakan Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno.

Dalam kasus itu, Dahnil masih menjabat sebagai Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, sebagai salah satu pihak yang mengurus acara.

BACA JUGA :  Sandiaga Uno Mengaku Kurang Tidur, Padahal Besok Tes Kesehatan

“Sekali lagi saya sampaikan hormati proses hukum. Kita tentunya menjunjung tinggi proses hukum, tapi jangan hukum itu dipakai untuk memukul lawan, hukum dipakai untuk melindungi lawan,” ujar Sandiaga di Bulungan, Jakarta Selatan, Jumat, 8 Februari 2018.

Baca Halaman Berikutnya
Komentar
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here