Beranda Berita Daerah Pekerja PT. CGC, Subcont PT. BAI Tuntut Gaji Yang Belum DiBayarkan

Pekerja PT. CGC, Subcont PT. BAI Tuntut Gaji Yang Belum DiBayarkan

1457
0

DETIKEPRI.COM – BINTAN, Nasib beberapa orang karyawan PT. Cahaya Galang Contruction ( CGC ) yang merupakan salah satu perusahaan yang bekerja sebagai Subcont dari PT. GTP yang juga merupakan Subcon dari PT. Daceng yang bertempat di PT. BAI Kabupaten Bintan, Propinsi Kepri, kini sangat menyedihkan. Ada lebih kurang 12 karyawan PT. CGC yang hingga saat ini masih belum menerima hak ( Gaji ) mereka sebagai pekerja dimana proyek pekerjaan Desulfurization Gas ( Stainles Pipe ) yang mereka kerjakan sudah selesai, namun hak hak mereka sebagai pekerja masih belum diselesaikan oleh pihak PT. CGC yang beralamat di Jalan Korindo, Kelurahan Sungai Lekop, kecamatan Bintan Timur.

Manager PT. Cahaya Galang Contruction, Ade saat dikonfirmasi oleh awak media Detikepri.com, Senin, 08/05 sekitar pukul 20.30 malam, menanyakan terkait tentang adanya penunggakan pembayaran gaji karyawan, dirinya membenarkan. Menurut Ade pembayaran gaji karyawan tersebut berdasarkan Progres hasil kerja, dan permasalahan ini juga sudah disampaikan kepimpinan ( Yudi Hendrianto ), jadi kami masih menunggu jawaban dari pimpinan, karena saat ini pimpinan tidak ditempat, ucap Ade.

Setelah melalui sambungan telpon selesai, Ade kembali menyampaikan pesan whatsappnya kepada awak media bahwa signal dari pimpinan sudah ada, dan pimpinan akan datang pada hari Sabtu, 13/05, dan berkemungkinan kita akan bertemu untuk membahas permasalahan ini, terang Ade kembali.

Sementara itu, menurut Iwan dan Panjaitan sebagai karyawan PT. CGC saat dikonfirmasi oleh awak media mengatakan ” kita semua ada lebih kurang 12 orang pak, dan nasib kami sangat sedih sekali, masa sampai mau lebaran pun hak hak kami tidak diselesaikan, padahal progres untuk pekerjaan sudah kami kerjakan hingga selesai, itulah tanggungjawab kami sebagai pekerja yang sudah kami jalankan dengan sebaik baiknya tapi sangat disayangkan, ternyata pihak perusahaan sendiri tidak dapat menjalankan tanggungjawab mereka kepada kami untuk menyelesaikan hak hak kami ini. Kami akan terus menuntut hak kami ini sampai kemanapun, karena ini juga merupakan hak hak dari anak dan istri kami, terang Iwan dan Panjaitan dengan nada kesal.

Melalui sambungan pesan WhatsApp awak media juga sudah menghubungi pihak Disnaker, mudah mudahan dari pihak pemerintah ( Disnaker ) akan segera menindaklanjutinya.