Beranda Internasional Pendiri Wikileaks ‘Julian Assange’ Mendapat Tekanan Psikologis, Ini Kata Ahli PBB

Pendiri Wikileaks ‘Julian Assange’ Mendapat Tekanan Psikologis, Ini Kata Ahli PBB

91
0
BERBAGI
Julian Assange sedang melawan ekstradisi terhadap dirinya ke Amerika Serikat
Julian Assange sedang melawan ekstradisi terhadap dirinya ke Amerika Serikat | Photo : AFF

DETIKEPRI.COM, INTERNASIONAL – Telah banyak membongkar keburukan dari pemerintahan yang ada di dunia, Julian Assange mendapat tekanan psikologis yang beruturut-turut. Bahkan Julian sempat membongkar kebobrokan pemerintah Amarika atas perang di Iraq.

Bahkan pendiri Wikileaks ini sering mempertontonkan beberapa data yang menjadi rahasia FBI, CIA dan rahasia negara-negara lainnya.

Indonesia juga pernah di bongkar data terkait data Presiden Megawati Soekarno Putri, bahkan beberapa data yang sempat dibantah oleh Megawati sendiri.

Dan beberapa data yang lain terkait pemerintahan yang buruk dan justru banyak merugikan rakyatnya.

Julian Assange mengalami “siksaan psikologis berkepanjangan” menurut ahli PBB mengenai penyiksaan, Nils Melzer.

Melzer menyarankan agar pemerintah Inggris tidak mengekstradisi pendiri Wikileaks itu, sembari mengingatkan bahwa hak asasi Assange bisa terlanggar karenanya. Melzer juga mengingatkan bahwa Assange tidak fit untuk menjalani sidang pengadilan.

Ia juga menuduh “beberapa negara demokratis” telah melakukan “upaya bersama-sama untuk mematahkan semangat Assange”.

Pemerintah Inggris menyatakan mereka “tidak setuju pada sejumlah pengamatan” Melzer.

Juru bicara Kementrian Kehakiman mengatakan Inggris tidak berpartisipasi dalam penyiksaan. Hakim juga independen dari pemerintah dan siapapun yang menjadi terpidana, berhak mengajukan banding.

Assange, 47 tahun, sedang berupaya melawan ekstradisi ke Amerika Serikat terkait tuduhan membocorkan rahasia negara.

Ia sempat mencari suaka politik di Kedutaan Besar Ekuador di London pada tahun 2012, di mana ia tinggal hingga penangkapannya awal tahun ini.

Melzer yang bertemu Assange awal bulan Mei menyatakan kepada surat kabar Washington Post bahwa ia awalnya enggan terlibat dalam kasus ini, karena ia tidak terlalu suka pada Wikileaks dan menganggap pendirinya itu adalah seorang “aktor yang buruk”.

Apa yang dikatakan Melzer?

Pelapor khusus PBB soal penyiksaan ini mengatakan Assange menjadi korban dari persekusi kolektif – termasuk pernyataan bernada ancaman dan hasutan bernada kekerasan terhadapnya.

“Saya telah bekerja di berbagai daerah perang sepanjang hidup saya, dalam situasi penuh kekerasan. Saya bicara kepada korban persekusi di seluruh dunia dan saya sudah melihat berbagai kejahatan serius,” kata Melzer kepada BBC.

Baca Halaman Berikutnya
Komentar
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here