Kulit Udang bisa turunkan Kolesterol, berikut penjelasanya

    792
    0
    Anda adalah salah seorang yang suka sekali mengkonsumsi makan-makanan laut (Seafood), kebanyakan orang menganggap makanan laut meningkatkan

    DETIKEPRI.COM, KESEHATAN – Anda adalah salah seorang yang suka sekali mengkonsumsi makan-makanan laut (Seafood), kebanyakan orang menganggap makanan laut meningkatkan kadar kolesterol yang cukup tinggi, makanan ini kaya akan protein yang tinggi.

    Salah satu manfaat kulit udang yang banyak diyakini adalah dapat menurunkan kolesterol tinggi. Apakah medis setuju dengan hal ini? Yuk, cek fakta selengkapnya!

    Pecinta seafood pasti sudah tak asing lagi dengan udang. Bahan makanan ini memang bisa diolah menjadi beragam hidangan, mulai dari sekadar rebusan, tumisan, hingga balado.

    Dalam menyantap udang, khususnya yang kecil-kecil, biasanya kulitnya tidak dikupas dan ikut dimakan. Selain menambah sensasi di setiap gigitan, kulit udang juga konon bisa memberikan manfaat kesehatan.

    Salah satu manfaat kulit udang yang dimaksud, yaitu bisa menurunkan kadar kolesterol di dalam tubuh.

    BACA JUGA :  ACTA Laporkan Pertemuan PSI-Jokowi di Istana Ke Ombudsman

    Lantas, apa tanggapan medis mengenai hal tersebut? Apakah fakta atau sekadar mitos belaka? Yuk, cari tahu!

    Kulit Udang Bisa Jadi Penawar Kolesterol?

    Kulit udang ternyata memiliki berbagai nutrisi yang baik, seperti protein, kalsium, zat besi, zinc, vitamin B12, dan banyak lagi.

    Ditambah lagi, mengonsumsi kulit udang juga telah dikaitkan dengan penurunan kadar kolesterol darah.

    Manfaat kulit udang sebagai penawar kolesterol pernah diteliti pada sebuah studi dalam jurnal Clinical and Experimental Pharmacology and Physiology.

    Penelitian tersebut menyatakan bahwa kandungan chitosan dalam kulit udang dapat melawan risiko obesitas dan kolesterol tinggi.

    Tim peneliti menguji efek chitosan pada berat badan, profil lipid plasma, dan komposisi asam lemak pada tikus. Hasilnya, senyawa tersebut dapat mengurangi risiko penambahan berat badan dan kolesterol pada tikus percobaan.

    Mungkin Anda bertanya-tanya, apa itu chitosan? Chitosan adalah senyawa turunan dari deasetilasi kitin yang banyak terkandung dalam cangkang hewan laut, seperti udang, lobster, dan kepiting.

    BACA JUGA :  Rakornas IV KAHMI, BP Batam siap sukseskan

    Kandungan chitosan yang dikonsumsi sebagai suplemen juga diketahui dapat meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) di dalam darah. Artinya, risiko penyakit jantung dan stroke juga ikut berkurang.

    Dari temuan tersebut, peneliti berpendapat bahwa kandungan chitosan pada kulit udang mungkin bisa menangkal kolesterol tinggi dan penyakit yang disebabkan oleh kondisi terkait.

    Selain chitosan, kulit udang juga kaya akan serat. Senyawa ini merupakan jenis karbohidrat yang tidak dapat dicerna dengan mudah oleh tubuh, sehingga turut membantu menurunkan kadar kolesterol.

    Bagaimana Efektivitasnya?

    Melihat potensinya tersebut, bagaimana efektivitas mengonsumsi kulit udang untuk menurunkan kolesterol?

    Sejatinya, penelitian tersebut baru sebatas dilakukan pada hewan. Artinya, penelitian lebih lanjut pada manusia tetap dibutuhkan guna memastikan manfaat kulit udang dalam menurunkan kadar kolesterol di dalam tubuh.

    BACA JUGA :  WHO Umumkan Status Daruat Internasional Pada Kasus Penyebaran Virus Corona Wuhan

    Kendati demikian, tidak ada salahnya jika Anda ingin mengonsumsi udang beserta kulitnya. Hal terpenting, perhatikan porsinya dan pastikan tidak berlebihan dalam mengonsumsi sajian tersebut.

    Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat menyarankan untuk tidak mengonsumsi seafood lebih dari 12 ons atau 340 gram dalam sepekan. Jika abai, bukan tak mungkin Anda malah mengalami masalah kesehatan.

    Pasalnya, udang dan seafood lain sejenisnya berpotensi mengandung zat-zat polutan, seperti arsenik. Jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, zat berbahaya itu dapat menumpuk di tubuh dan menimbulkan penyakit.

    Selain memperhatikan hal tersebut, Anda pun tetap harus membatasi atau menghindari asupan mengandung lemak dan kolesterol, seperti gorengan, junk food, dan sejenisnya.