Beranda Teknologi Otoritas AS Tuding Facebook, Apple, Amazon dan Google Lakukan Penyalahangunaan Pasar

Otoritas AS Tuding Facebook, Apple, Amazon dan Google Lakukan Penyalahangunaan Pasar

161
0
Otoritas AS Tuding Facebook, Apple, Amazon dan Google Lakukan Penyalahangunaan Pasar | Photo : Dok.Istimewa

DETIKEPRI.COM, TEKNOLOGI – Sebuah panel Dewan Perwakilan Rakyat AS yang didirikan hari ini bahwa empat perusahaan teknologi besar menyalahgunakan kekuatan pasar mereka untuk menghancurkan saingan dan memaksa usaha kecil bertekuk lutut atas nama keuntungan.

Menurut subkomite antitrust dari Judiciary Committee, Google, Apple, Amazon, dan Facebook tidak boleh mengontrol dan bersaing dalam bisnis yang sama.

BACA JUGA :  Apple dan Volkswagen Kerjasama Buat Mobil Otonom

Panel menyarankan perusahaan-perusahaan ini harus direstrukturisasi tetapi tidak mengungkapkan apakah perusahaan tertentu harus dibubarkan, sesuai laporan Reuters.

Laporan lengkapnya sepanjang 449 halaman dan menyarankan perubahan luas pada undang-undang antimonopoli dan menggambarkan “lusinan kasus di mana perusahaan menyalahgunakan kekuasaan mereka”.

Itu juga mengungkapkan bagaimana perusahaan melakukan segala yang mereka bisa untuk mendominasi pesaing untuk mengontrol sebagian besar internet.

BACA JUGA :  Apel Rebus Bermanfaat Untuk Pencernaan dan Lambung Anak Bermasalah

Salah satu contohnya adalah akuisisi Instagram oleh Facebook pada tahun 2012, ketika Mark Zuckerberg, CEO Facebook, mencatat bahwa platform berbagi foto membangun jaringan kompetitif yang bisa “sangat mengganggu kami”, bunyi laporan itu.

Perubahan yang disarankan oleh panitia termasuk menghentikan Google untuk menjalankan lelang ruang iklan online dan berpartisipasi dalam lelang tersebut.

BACA JUGA :  Apple Bakal Kembangkan Modem Sendiri, Agar Tak Terjadi Dual Sourching Dan Larangan Penjualan

Saran lain adalah bagi Amazon untuk berhenti beroperasi di pasar di mana ia juga bersaing dengan pengecer lain, tetapi laporan itu juga mendesak Kongres AS untuk bertindak dalam mengizinkan penegak antitrust lebih banyak kebebasan untuk menghentikan pembelian calon pesaing.

LEAVE A REPLY

Berikan Komentar Anda
Ketikan Nama lengkap anda