Beranda Ekonomi & Bisnis Sektor Logistik Terbebani dengan Kebijakan Bagasi Berbayar, Ini Penjelasan Indef

Sektor Logistik Terbebani dengan Kebijakan Bagasi Berbayar, Ini Penjelasan Indef

192
0
BERBAGI
Indef Soroti kebijakan maskapai dalam penetapan bagasi berbayar | Photo : Ist/Net

DETIKEPRI.COM, JAKARTA – Sejak diterapkannya bagasi berbayar penurunan penumpang sangat terlihat secara jelas, bahkan bagasi berbayar juga mengakibatkan sektor logistik ikut terbabani.

Pemerintah dipandang tidak serius dalam menyikapi persoalan bagasi berbayar, bahkan tidak sedikit para penumpang dibuat kecewa atas kebijakan bagasi berbayar.

Biaya bagasi bervariasi namun tetap saja beban bagi calon penumpang bertambah, naasnya harga bagasi bisa hampir sama dengan harga kursi kelas ekonomi.

Seperti yang disampaikan Institute for Development Economy and Finance (Indef) bahwa kebijakan bagasi berbayar menjadi persoalan baru bagi bisnis penerbangan dan logistik.

BACA JUGA :  Harga Minyak Akhir Pekan Semangkin Panas Akibat Sentimen AS

Indef menyayangkan sikap pemerintah yang dinilai tidak tegas terkait dengan pengenaan bagasi pesawat berbayar oleh maskapai.

Peneliti Indef, Bhima Yudhistira mengatakan hal tersebut terlihat dari tidak seragamnya penundaan pelaksanaan bagasi pesawat berbayar. Jika dilihat, maskapai yang menunda kebijakan tersebut adalah maskapai milik negara alias BUMN. Sedangkan di maskapai swasta bagasi berbayar tetap jalan.

“Jadi ada maskapai yang disuruh setop dia patuh terutama maskapai pelat merah. Tapi ada juga yang tetap mengenakan bagasi berbayar,” kata dia, saat ditemui, di Jakarta, Sabtu (9/2/2019).

BACA JUGA :  Dolar Singapura Naik Jadi Rp 10.500, Rupiah Terkapar Lagi

Sebagai informasi, Citilink Indonesia menunda kebijakan pemberlakuan bagasi berbayar yang semula akan di terapkan pada 8 Februari 2019. Sementara Lion Air, masih tetap mengenakan bagasi berbayar kepada penumpang.

Hal ini, kata dia, tentu akan berimbas pada persaingan yang tidak sehat di dalam bisnis penerbangan. “Nah ini menciptakan persaingan yang tidak sehat ketidakhadiran regulasi dari pemerintah dan koordinasi yang buruk antara pemerintah dengan pelaku usaha penerbangan,” ujar dia.

BACA JUGA :  Kementerian ESDM Akan Panggil Saka Energi, Terkait Kontrak Blok Migas

Dia menegaskan, pihaknya menitikberatkan analisa kebijakan bagasi berbayar pada dampak yang bakal dirasakan masyarakat. Indef khawatir bagasi pesawat berbayar akan menyebabkan lesunya bisnis logistik, lalu berdampak pada pengurangan tenaga kerja di sektor tersebut.

“Akhirnya dampak ke konsumen sendiri dan kita khawatir ketika terjadi pengurangan volume dimungkinkan adanya pemutusan hubungan kerja terhadap karyawan yang berkaitan dengan bagasi. Nah ini nanti akan panjang,” ujar dia.

Sumber : liputan6.com

Baca Halaman Berikutnya
Komentar
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here