Beranda Daerah Wow Transaksi Puluhan Miliar Terkait Pilkada 2018, Ungkap PPATK

Wow Transaksi Puluhan Miliar Terkait Pilkada 2018, Ungkap PPATK

862
0
BERBAGI
Wakil Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Dian Ediana Rae | Foto : Istimewa

DETIKEPRI.COM, NASIONAL – Pesta Demokrasi Pemilihan Kepala Daerah mendapat sorotan tajam dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mendapati beberapa transaksi yang sangat besar terjadi, dan hal itu berkenaan dengan Pilkada 2018.

Dian Edana Rae Wakil Kepala PPATK mengatakan PPATK telah mendeteksi sekitar 53 transfer perbankan, juga 1,066 transaksi yang dilakukan secara tunai, sejak suhu politik mulai memanas pada akhir 2017.

BACA JUGA :  Kapal Motor Milik TNI Tenggelam di Kepulauan Seribu

“Tidak sampai triliunan ya (jumlah aliran dana mencurigakan), tetapi miliaran. Puluhan miliar, ada dari beberapa rekening,” ujar Dian di Kantor PPATK, Jalan Ir H Juanda, Jakarta Pusat, Jumat, 9 Maret 2018. Dilansir dari vivanews

Dian menyampaikan, jumlah itu meningkat dibanding transaksi serupa yang ditemukan PPATK menjelang Pilkada tahun lalu. Pada tahun ini, PPATK memperluas pengawasan tidak sekadar ke lalu lintas transaksi di dana kampanye pasangan calon, melainkan ke rekening-rekening lain juga.

BACA JUGA :  Amien Rais Resmi Dilaporkan ke Polda Metro Jaya Terkait "Partai Setan"

“Data dari akhir tahun 2017 sampai kuartal ke-1 tahun 2018 ini, memang sudah meningkat laporan transaksi mencurigakan itu ke kita,” ujarnya menjelaskan.

Menurut Dian, PPATK menggunakan kriteria sumber dana kampanye yang diperbolehkan Komisi Pemilihan Umum (KPU), untuk menilai sebuah transaksi keuangan terkait Pilkada, sebagai transaksi yang mencurigakan. Dian menyampaikan PPATK selanjutnya akan meneruskan temuan ini ke lembaga-lembaga terkait untuk diusut sesuai kapasitas lembaga itu.

BACA JUGA :  Warga Bogor Temukan Semangka Berpengawet dan Pewarna Berbahaya

“Kalau ini pelanggaran Pemilu, Pilkada, tentu ke Bawaslu. Tetapi kalau ada uang ilegal, korupsi, tentu saja ke KPK. Kalau pidana biasa, dilaporkan ke polisi.”(Ptr)

Baca Halaman Berikutnya
Komentar
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here