Beranda Liputan Khusus Syiar Islam Hari Perempuan Sedunia, Asal Mula Perempuan dalam Pandangan Islam

Hari Perempuan Sedunia, Asal Mula Perempuan dalam Pandangan Islam

878
0
Hari Perempuan Sedunia, Asal Mula Perempuan dalam Pandangan Islam | Foto : Dok.Istimewa

DETIKEPRI.COM, SYIAR – Hari Perempuan Sedunia (Women’s Day) yang jatuh pada tanggal 8 Maret 2021 merupakan hari istimewa bagi seluruh perempuan yang ada di dunia, lantas apa sikap laki-laki terhadap perempuan, dan apakah hari perempuan yang di peringati setiap tahunnya menjadi tuntutan lebih bagi kaum perempuan untuk lebih di tinggikan drajatnya dan lebih di hargai.

Banyak orang memandang bahwa kaum hawa (perempuan) adalah kaum yang lemah dan selalu mendapat perlakukan penindasan yang tidak sewajarnya, dan bahkan pada jaman dahulu kala peremupuan seperti barang dangangan yang dapat di perjual belikan dengan mudah.

Sebelum masa Islam hadir di muka bumi, selalu saja wanita menjadi budak, bahkan wanita menjadi pelampiasan nafsu belaka, tidak sedikitpun menghargai perempuan dengan baik.

Lantas bagaimana Islam memandang seorang perempuan dan bagaimana perempuan itu sendiri di agama Islam. Sejarah International Women’s Day juga bermula dari aksi unjuk rasa pada 8 Maret 1909 dan dirintis oleh kaum sosialis di Amerika Serikat. Di tahun 1977, Hari Perempuan Sedunia diresmikan sebagai perayaan tahunan oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk memperjuangkan hak perempuan dan mewujudkan perdamaian dunia.

BACA JUGA :  Indonesia Tak Butuh Dunia, Dunia Yang Butuh Indonesia

Perempuan memang memiliki kedudukan yang terhormat, hal ini termasuk dalam pandangan Al-Qur’an. Dalam hal ini, Mahmud Syaltut, mantan Syekh Al-Azhar menulis dalam bukunya, Min Tawjihat Al-Islam bahwa, “Tabiat kemanusiaan antara lelaki dan perempuan hampir dapat (dikatakan) sama.

Allah telah menganugerahkan kepada perempuan, sebagaimana menganugerahkan kepada laki-laki potensi dan kemampuan yang cukup untuk memikul tanggung jawab, dan menjadikan kedua jenis kelamin ini dapat melaksanakan aktivitas-aktivitas yang bersifat umum dan khusus.

BACA JUGA :  SMSI : Kekerasan Tidak Dibenarkan, Apalagi Hingga Meninggal Dunia

Karena itu, hukum-hukum syariat pun meletakkan keduanya dalam satu kerangka. Yang ini (lelaki) menjual dan membeli, mengawinkan dan kawin, melanggar dan dihukum, menuntut dan menyaksikan dan yang itu (perempuan) juga demikian dapat menjual dan membeli, mengawinkan dan kawin, melanggar dan dihukum serta menuntut dan menyaksikan.”

Allah SWT berfirman dalam surat At-Taubah ayat 71:

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ أُولَٰئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Artinya: “Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

BACA JUGA :  Vaksinasi Booster  Digeber Selama Ramadhan, Ini Fatwa MUI

Salah satu ayat Al-Qur’an yang menceritakan tentang asal kejadian perempuan:

ا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

Artinya: “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS. An-Nisa: 1)