Beranda Internasional Sekitar 200 Orang Pengunjuk Rasa Turun Kejalan di Kota Sadr di Penuhi...

Sekitar 200 Orang Pengunjuk Rasa Turun Kejalan di Kota Sadr di Penuhi dengan Aksi Kekerasan

174
0
BERBAGI
Seorang demonstran berlari di antara ban yang terbakar di Baghdad [Wissm al-Okili / Reuters]

DETIKEPRI.COM, SADR – Sekitar 200 pengunjuk rasa turun ke jalan-jalan di pinggiran timur Kota Sadr, Baghdad, meneriakkan slogan-slogan menuntut peluang kerja dan mengecam pembunuhan demonstran malam sebelumnya.

Sedikitnya delapan orang tewas dalam bentrokan antara pasukan militer dan pengunjuk rasa di Kota Sadr pada Minggu malam, saksi mata mengatakan kepada kantor berita dpa, sementara satu sumber keamanan mengatakan sejumlah orang terluka.

Kantor berita Reuters menyebutkan jumlah korban tewas dalam kekerasan semalam adalah 15.

Militer Irak mengakui ‘kekuatan berlebihan’

Militer Irak mengakui untuk pertama kalinya mereka menggunakan “kekuatan berlebihan” terhadap demonstran yang berdemonstrasi di Baghdad dan beberapa kota lain yang tersebar di seluruh selatan negara itu.

“Kekuatan berlebihan di luar aturan keterlibatan telah digunakan dan kami telah mulai meminta pertanggungjawaban para perwira komandan yang melakukan tindakan salah ini,” kata militer dalam sebuah pernyataan.

Ia menambahkan bahwa Abdul Mahdi telah memerintahkan pasukan-pasukan itu untuk diganti dengan unit polisi federal dan dinas intelijen untuk membuka penyelidikan atas insiden itu, kantor berita AFP melaporkan.

Perdana menteri sebelumnya menegaskan pasukan keamanan telah bertindak “dalam standar internasional” dalam menangani demonstrasi.

Lavrov Rusia mendarat di Baghdad

Di tengah kerusuhan, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov tiba di Baghdad untuk membahas ketegangan yang meningkat antara Amerika Serikat dan Iran di wilayah Teluk.

Lavrov mengatakan kepada wartawan setelah bertemu dengan timpalannya dari Irak, Mohamed Ali al-Hakim, bahwa tujuan Moskow dan Baghdad adalah untuk “mengurangi eskalasi dan kami memiliki sikap bersatu dalam mengedepankan inisiatif mengenai wilayah Teluk”.

Ketegangan antara Washington dan Teheran telah melonjak tajam sejak Presiden AS Donald Trump tahun lalu secara sepihak menarik keluar dari kesepakatan nuklir 2015 yang diperantarai antara Iran dan beberapa kekuatan dunia lainnya dan menerapkan kembali sanksi hukuman pada yang pertama.

Iran mendesak warga Irak untuk ‘menjaga persatuan, menunjukkan pengekangan’

Juru bicara pemerintah Iran Ali Rabiei meminta warga Irak untuk menahan diri, menurut laporan media setempat.

Baca Halaman Berikutnya
Komentar
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here