Beranda Internasional Musisi Terkenal Asal Uighur Tewas, Turki Minta China Tutup Kamp Detensi di...

Musisi Terkenal Asal Uighur Tewas, Turki Minta China Tutup Kamp Detensi di Xinjiang

267
0
BERBAGI
Kamp-Kamp Rahasia Cina, yang menahan Etnis Minoritas Uighur di Xinjiang | Photo : bbc

DETIKEPRI.COM, XINJIANG – Hampir 45% penduduk Xinjiang adalah etnis minoritas Uighur, beberapa bulan terakhir etnis ini ditangkap dan di ungsikan dalam kamp-kamp rahasia, bahkan tidak sedikit dari penduduk etnis uighur diperlakukan secara tidak manusiawi.

Alasan pemerintah Xinjiang bahwa penangkapan terhadap etnis Uighur adalah untuk mengurangi jumlah terorisme yang kerap terjadi di Xinjiang.

Alasan ini tidak dapat diterima dengan perlakukan yang mengakibatkan penindasan terhadap etnis Uighur di Xinjiang.

Turki meminta Cina untuk menutup kamp-kamp detensi, menyusul kabar kematian seorang musisi terkenal dari etnis minoritas Uighur.

Abdurehim Heyit diduga telah menjalani hukuman selama delapan tahun di wilayah Xinjiang, tempat jutaan kaum Uighur dilaporkan sedang ditahan.

Pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan para orang Uighur itu menjadi sasaran “penyiksaan” di “kamp konsentrasi”.

Pemerintah Cina mengatakan fasilitas tersebut adalah kamp re-edukasi.

Uighur adalah kelompok minoritas Muslim berbahasa Turki yang berbasis di wilayah Xinjiang, Cina bagian barat, yang diawasi ketat oleh otorita Cina.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Sabtu (09/02), juru bicara Kementerian Luar Negeri, Hami Aksoy mengatakan: “Bukan lagi rahasia bahwa lebih dari satu juta warga Turki Uighur yang ditangkap secara sewenang-wenang menjadi sasaran penyiksaan dan indoktrinasi politik di penjara”, seraya menambahkan bahwa mereka yang tidak ditahan berada “di bawah tekanan besar”.

“Pembangunan kembali kamp konsentrasi di abad 21 dan kebijakan asimilasi sistematik pemerintah Cina terhadap warga Turki Uighur adalah aib besar bagi kemanusiaan,” kata Aksoy.

Ia juga mengatakan bahwa laporan tentang kematian Heyit “semakin memperkuat reaksi publik di Turki akan pelanggaran HAM serius di Xinjiang” dan meminta Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres “untuk mengambil langkah efektif demi mengakhiri tragedi kemanusiaan” di sana.

Kamp-Kamp Rahasia Cina

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Sabtu (09/02), juru bicara Kementerian Luar Negeri, Hami Aksoy mengatakan:

“Bukan lagi rahasia bahwa lebih dari satu juta warga Turki Uighur yang ditangkap secara sewenang-wenang menjadi sasaran penyiksaan dan indoktrinasi politik di penjara”, seraya menambahkan bahwa mereka yang tidak ditahan berada “di bawah tekanan besar”.

Baca Halaman Berikutnya
Komentar
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here