Beranda Daerah Hutan Lindung Batam Hilang, Properti dan Industri Bunuh Masa Depan Hutan

Hutan Lindung Batam Hilang, Properti dan Industri Bunuh Masa Depan Hutan

302
0
BERBAGI
Danau BKSDA Mukakuning dimanfaatkan oleh Industri Panbil | Photo : Sibarani

DETIKEPRI.COM, BATAM – Pemanfaatan lahan untuk pengembangan daerah ataupun lokasi industri menjadi masalah baru bagi Kota Batam, Hutan lindung seyogyanya digunakan sebagai lahan penyanggah oksigen dengan tebaran lahan hijau yang dibutuhkan Kota Batam sendiri.

Tidak bisa dipastikan beberapa lama lagi lahan terbuka hijau atau hutan lindung di Batam bakal bertahan, sebab semankin sempitnya lokasi pengembangan. Bahkan pengembangan perumahan juga telah banyak merusak hutan bakau dan hutan lindung lainnya.

Salah satunya adalah wilayah BKSDA mukakuning, dimana fungsi lahan ini sebagai hutan terbuka hijau atau hutan lindung untuk penyanggah dan penghasil debit air yang baik, namun ternyata BKSDA dimanfaat sebagian oknum penguasaha untuk kepentingannya sendiri.

BACA JUGA :  2 Mobil Kebakaran Padamkan Api di Gudang Tempurung yang Terbakar

Hutan Kota Batam pelan-pelan semakin gundul, penyebabnya diduga banyaknya mafia lahan yang mencoba membabat habis hutan lindung dengan berbagai cara. Dari informasi masyarakat sekitar, awak media ini mencoba menelusuri hutan yang ada di daerah kelurahan mukakuning, tetapnya di belakang PT.shimano panbil,” Minggu pagi, 10/2/2019.

Saat awak media berada dilokasi lahan konservasi milik (BKSD) Batam. Ditemukan danau yang masuk di area BKSD Batam, dipinggir danau tersebut ditemukan pula mesin yang menggunakan pipa berwarna hitam, menurut informasi keberadaan mesin menggunakan pipa tersebut, untuk melakukan pemanfaatan air yang diduga milik perusahaan panbil.

BACA JUGA :  Walikota Batam Kunjungi Korban Kebakaran Panti Asuhan Al Jabar Bengkong

Belum diketahui pasti pemanfaatan air pada danau tersebut telah memiliki izin atau tidak. Namun keberadaan mesin tersebut telah lama berada dilokasi.

Kemudian, team awak media ini menelusuri lebih jauh area tersebut, didapati lagi pipa berwarna hitam yang terlihat baru dipasang dan masih berada di area BKSD Batam.

Lebih jauh, team awak media ini kembali menemukan bukit yang tepatnya berada dibelakang pt.shimano panbil. Lahan pada bukit tersebut terlihat telah di garap berbentuk jalan menggunakan alat berat, namun belum diketahui pasti siapa pelaku penggarapan tersebut.

BACA JUGA :  Penyembab Banjir Tiban Koperasi, Bencana Atau Ulah Manusia?

Namun informasi yang dihimbun dari masyarakat sekitar, penggarapan lahan pada bukti tersebut, di duga dilakukan oleh pihak perusahaan panbil dan luas lahan yang digarap sekitar 200 hektar, serta ditemukan patok-Patok kayu pembatas pada garapan lahan pada bukit tersebut.

Baca Halaman Berikutnya
Komentar
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here