Beranda Internasional Satu Juta Lebih Lakukan Unjuk Rasa, Menolak Undang-Undang Ekstradisi ke China

Satu Juta Lebih Lakukan Unjuk Rasa, Menolak Undang-Undang Ekstradisi ke China

139
0
BERBAGI
Ini adalah unjuk rasa terbesar di Hong Kong dalam beberapa tahun ini.
Ini adalah unjuk rasa terbesar di Hong Kong dalam beberapa tahun ini. | Photo : EPA

DETIKEPRI.COM, INTERNASIONAL – Penolakan terhadap undang-undang ekstradisi ke china, menjadi puncak kemarahan warga Hongkong yang anti pemerintahan Xi Jinping.

Bahkan lebih dari satu juta orang melakukan demonstrasi penolakan terhadap undang-undang tersebut.

Penyelenggara unjuk rasa anti pemerintah di Hong Kong mengatakan lebih dari satu juta orang mengikuti demonstrasi hari Minggu (09/06) yang ditujukan untuk menentang undang-undang ekstradisi ke China.

Mereka mengatakan ini adalah aksi massa terbesar sejak penyerahan Hong Kong ke China pada 1997.

Namun polisi mengklaim bahwa jumlah demonstran jauh lebih sedikit. Pada masa puncak, jumlahnya 240.000 orang, kata polisi di Hong Kong.

Undang-undang ini memungkinkan ekstradisi tersangka ke China daratan.

Para pengecam mengatakan undang-undang ini melemahkan kemandirian hukum yang dijamin saat Inggris menyerahkan Hong Kong ke China lebih dari dua dekade silam. Mereka mengatakan “undang-undang ini cacat hukum”.

Rocky Chang, guru besar berusia 59 tahun yang ikut berdemonstrasi mengatakan bahwa undang-undang ekstradisi adalah akhir bagi Hong Kong.

“Ini urusan hidup atau mati … undang-undangnya jahat,” kata Chang kepada kantor berita Reuters.

Ivan Wong, mahasiswa berusia 18 tahun, mengatakan, “Suara rakyat sama sekali tak didengar.”

“Undang-undang akan berdampak terhadap reputasi Hong Kong, baik sebagai pusat keuangan maupun yang terkait dengan sistem hukum. Ini sangat berpengaruh terhadap masa depan saya,” katanya.

Baca Halaman Berikutnya
Komentar
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here