Beranda Ekonomi & Bisnis Pengusaha Jantungan, Ekonomi Indonesia Merosot Tajam

Pengusaha Jantungan, Ekonomi Indonesia Merosot Tajam

347

Sementara dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter-to-quarter/QtQ), PDB kuartal II-2020 ini mengalami kontraksi -4,19%. Dua kontraksi beruntun secara QtQ membuat Indonesia bisa dibilang sudah masuk ke fase resesi teknikal (technical recession). Pasalnya pada Kuartal I-2020 secara QtQ PDB Indonesia minus 2,41%.

Pemerintah Harus Gerak Cepat

Pengusaha mendorong pemerintah harus gerak cepat menghindari ekonomi Indonesia minus kembali pada triwulan III-2020. Stimulus harus segera konkret di lapangan, tapi sulitnya birokrasi terkadang mempersulit penyerapan stimulus.

Selain itu, birokrasi dibayangi khawatir berujung kasus jika prosedur yang dilakukan justru cacat atau tidak prosedural. Bahkan lebih parahnya berujung mega skandal seperti yang terjadi sebelumnya.

“Harusnya ambil langkah cepat, saya takutnya para pembantu Pak Jokowi masih traumatik mengenai century itu. Jadi mengambil langkah tapi khawatir membayang-bayangi, kalo terlalu cepet, saya salah, saya nanti dituntut ke penegak hukum. itu secara psikologis aja itu,” sebut Benny.

Ia menilai, ketakutan itu bisa sangat mengganggu kinerja dari para birokrat. Adanya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 Tentang Kebijakan Keuangan Negara Dan Stabilitas Sistem Keuangan Untuk Penanganan Pandemi Covid-19 harusnya bisa membantu.

Perlindungan yang diberikan bisa membuat pelaksana di pemerintahan tidak ragu mengambil langkah. Keraguan itu yang membuat penyerapan rendah, apalagi dibayangi harus berhadapan dengan aparat penegak hukum.

“Mereka dulu sekarang dipaggil Jaksa, apalagi sekarang ada KPK. Itu traumatik pasti, manusiawi lah tapi kan efeknya ke nasional,” sebutnya.

sumber : cnbcindonesia.com

Tinggalkan Balasan