Beranda Daerah Suban Hartono Bakal di Periksa KPK Terkait Izin Prinsip dan Pemanfaatan Laut...

Suban Hartono Bakal di Periksa KPK Terkait Izin Prinsip dan Pemanfaatan Laut Proyek Reklamasi

1469
0
BERBAGI
Suban Hartono Bakal di Periksa KPK Terkait Izin Prinsip dan Pemanfaatan Laut Proyek Reklamasi | Photo : Ist/Net

DETIKEPRI.COM, BATAM – Komisi Pemberantasan Korupsi terus menelusuri terkait penyalahan gunaan dan izin prinsip pada lokasi Pemanfaatan laut proyek reklamasi di Provinsi Kepulauan Riau. Setelah beberapa waktu lalau Gubernur Kepri yang terjaring Operasi Tangkap Tangan KPK.

Kini beberapa pengusaha ikut diperiksa terkait reklamasi laut dan pemanfaatan lokasi laut. Komisi anti rasuah juga bakal menjadwalkan pemeriksaan kepada Suban Hartono yang merupakan Direktur dari PT Batamas Puri Permai.

Pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi yang terus berjalan hingga saat ini bahkan tidak sedikit pejabat Provinsi dan Kota Batam ikut diperiksa.

Selain pejabat pemerintahan pengusaha sekaligus rekanan pemerintah juga bakal dijadwalkan untuk pemeriksaan.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan melakukan pemeriksaan terhadap Direktur PT Batamas Puri Permai Suban Hartono terkait kasus dugaan izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut proyek reklamasi di Kepulauan Riau (Kepri).

Dalam jadwal pemeriksaan yang dirilis KPK, Suban Hartono akan diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun, Gubernur Kepri.

“Yang bersangkutan akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa (10/9/2019).

KPK menetapkan Nurdin Basirun (NBA) sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait izin prinsip dan lokasi proyek reklamasi di wilayahnya tahun 2018-2019. Dia juga ditetapkan sebagai tersangka penerima sejumlah gratifikasi.

Selain Nurdin Basirun, KPK juga menetapkan tiga tersangka lainnya. Ketiganya yakni, Kadis Kelautan dan Perikanan, Edy Sofyan (EDS); Kabid Perikanan Tangkap, Budi Hartono (BUH); dan pihak swasta, Abu Bakar (ABK). Ketiganya ditetapkan tersangka terkait kasus dugaan suap izin proyek reklamasi di Kepri.

Nurdin Basirun diduga menerima suap sebesar 11.000 Dollar Singapura dan Rp45 Juta. Uang tersebut diberikan secara bertahap dari pengusaha Abu Bakar untuk membantu mendapatkan izin pembangunan resort dan kawasan wisata di area reklamasi.

EDITOR’S PICKS

Baca Halaman Berikutnya
Komentar
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here