Beranda Teknologi Turki Selidiki Whatsapp-Facebook, Gegara Perubahan Privasi

Turki Selidiki Whatsapp-Facebook, Gegara Perubahan Privasi

30
0
Perubahan kebijakan Whatsapp menyita perhatian banyak pihak | Foto : Dok.Istimewa/Whatsapp

DETIKEPRI.COM, TEKNOLOGI – Perubahan kebijakan yang dilakukan Whatsapp baru-baru ini menyita perhatian banyak pihak, bahkan muncul berbagai spekulasi kecurigaan terhadap Whatsapp.

Terlebih lagi Whatsapp meminta para penggunanya untuk membagikan data kepada facebook, ini adalah tindakan yang sangat berbahaya akan sistem keamanan.

Whatsapp di tengarai sebagai pesan berantai yang sangat banyak digunakan oleh pengguna smartphone di seluruh dunia. Bahkan Whatsapp menjadi aplikasi pertama untuk chat, share, dan video call.

BACA JUGA :  Foxconn Pastikan iPhone 5G Tetap akan di Luncurkan Sesuai Jadwal

Atas perubahan yang dilakukan Whatsapp, Turki melakukan penyeledikan terhadap Whatsapp dan Facebook.

Dewan Kompetisi Turki (Turkish Competition Board) mengatakan pihaknya meluncurkan penyelidikan ke WhatsApp dan Induknya Facebook Inc atas kebijakan privasi baru.

Dikutip Reuters, Senin (11/1/2021), dalam sebuah pernyataan tertulis, Dewan Kompetisi mengatakan WhatsApp dan Facebook harus menangguhkan pengumpulan data sampai penyelidikan selesai.

BACA JUGA :  Hati-hati Pengguna Facebook, Anda Rawan di Pidana

“Dewan Persaingan telah membuka penyelidikan terhadap Facebook dan WhatsApp dan menangguhkan persyaratan untuk membagikan data Whatsapp,” katanya.

WhatsApp memperbarui persyaratan layanannya Rabu lalu, memungkinkan WhatsApp berbagi data dengan Facebook data penggunanya. Kebijakan ini berlaku pada pada 8 Februari 2021. Mereka yang tidak sepakat dipersilahkan menghapus akun WhatsApp.

Beberapa data pengguna WhatsApp yang dibagikan ke Facebook adalah IP address, informasi browser, jaringan seluler, nomor telepon, operator seluler atau ISP, bahasa, zona waktu dan informasi perangkat.

BACA JUGA :  Senjata Pembunuh Dengan 7 Kali Kecepatan, Railgun

Akhir-akhir ini Pemerintah Turki telah meningkatkan pengawasannya kepada beberapa platform chattingdan media sosial lainnya. Hal ini tentunya mendapatkan kecama besar dari kritikus bahwa hal ini mengancam kebebasan berpendapat di negeri yang dipimpin Presiden Recep Tayyip Erdogan itu.

LEAVE A REPLY

Berikan Komentar Anda
Ketikan Nama lengkap anda