Beranda Internasional Senjata Mematikan Yang Bakal Buka Gerbang Perang Nuklir di Dunia

Senjata Mematikan Yang Bakal Buka Gerbang Perang Nuklir di Dunia

291
0
BERBAGI
Kendaraan militer membawa misil DF-26 di Beijing. | Photo : Getty Images

DETIKEPRI.COM, INTERNASIONAL – Dalam kurun beberapa dekade terakhir terlihat begitu gencarnya negara adi kuasa seperti Amerika Serikat menyuarakan perang terhadap senjata kimia, bahkan beberapa negara yang dibombardir demi alasan menghancurkan senjata pemusnah masal.

Bahakan baru-baru ini Korea Utara juga di hujat dengan pemberitaan memproduksi senjata nuklir yang berkekuatan besar yang dapat menghancurkan setengah benua.

Namun tudingan itu tidak sontak membuat Korea Utara tunduk dan takut akan ancaman negara adi kuasa seperti Amerika Serikat yang selalu melemparkan propaganda perang.

Ancaman perang nuklir membuat orang ketakutan. Meskipun demikian semakin tidak jelasnya garis antara senjata nuklir dan konvensional meningkatkan bahaya.

Tetapi senjata nuklir dan non-nuklir sebenarnya tidak pernah sama sekali terpisah.

Pembom B-29, misalnya, dirancang dan dibuat untuk mengirim bom konvensional.

Tetapi pada tanggal 6 Agustus 1945, salah satu pesawat ini, Enola Gay, menjatuhkan senjata nuklir di kota Hiroshima, Jepang.

Selang 74 tahun kemudian, sembilan negara memiliki ribuan senjata nuklir, yang semakin terkait dengan senjata non-nuklir.

Senjata yang ditumpuk dunia memang menurun dari tingkat tertinggi sekitar 64.000 di tahun 1986, tetapi sejumlah senjata kontemporer yang ada adalah 300 kali lebih kuat dari pada yang dijatuhkan di Hiroshima.

Selain Inggris, semua negara bersenjata nuklir memiliki senjata dengan penggunaan ganda, yaitu dapat dipakai untuk mengirim hulu ledak nuklir dan konvensional.

Ini termasuk peluru kendali dengan jarak lebih jauh, sehingga meningkatkan wilayah sasaran negara nuklir.

Rusia, contohnya, baru-baru ini menempatkan peluru kendali penjelajah yang diluncurkan dari darat, 9M729.

AS meyakini peluru kendali ini memiliki kegunaan ganda dan telah diuji pada jarak “jauh melebihi” 500 km.

Peluru kendali yang diperhatikan AS ini menjadi bukti bahwa Rusia telah melanggar persyaratan traktat pelarangan penggunaan peluru kendali jarak menengah.

AS mengumumkan penarikan dari pakta, sehingga meningkatkan kekhawatiran perlombaan senjata baru.

Cina, sementara itu, baru saja memperlihatkan peluru kendali terbarunya, DF-26.

Senjata yang mampu menempuh lebih dari 2.500 km itu sepertinya menjadi peluru kendali penggunaan ganda terjauh dunia yang mampu melakukan penyerangan tepat sasaran.

Baca Halaman Berikutnya
Komentar
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here