Beranda Sejarah Seni & Budaya Pramoedya Ananta Toer, Sang Genius nan Kontroversial Asal Blora

Pramoedya Ananta Toer, Sang Genius nan Kontroversial Asal Blora

602
0
BERBAGI
Pramoedya Ananta Toer/foto: istimewa

DETIKEPRI.COM, TOKOH — “Penghargaan pertama yang diterimanya di 1949, mungkin bisa menjadi salah satu pertanda kejeniusan dalam menulis,” kata Annissa Maulina Gultom.

“karena HB Jassin yang jeli melihat keunggulan naskahnya dari semua peserta kompetisi Balai Pustaka tahun itu.” Ironisnya, penghargaan naskah Perburuan itu menjadi penghargaan negara yang pertama dan terakhir bagi Pramoedya Ananta Toer.

BACA JUGA :  Sanggar Makyong Lestarikan Seni Budaya Melayu

Annissa, seorang pekerja kepurbakalaan dan tenaga permuseuman, berkesempatan meneroka ‘harta karun’ berupa bundel dan arsip di kediaman Pram di Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kejeniusan lain adalah ingatan Pram. Novel Bumi Manusia beserta sejumlah naskah lain mampu ditu-lis walau bahan penelitiannya sudah dirampas oleh militer. Dia mengetik ensiklopedia tentang istilah Jawa kuno dan sejarah manusia hanya berdasar ingatan.

BACA JUGA :  Penutupan Pelatihan Tari Tradisional Melayu
Baca Halaman Berikutnya
Komentar
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here