Beranda Daerah Reklamasi Pantai ‘Patahkan’ Langkah Gubernur Kepri Pada Pilgub Mendatang

Reklamasi Pantai ‘Patahkan’ Langkah Gubernur Kepri Pada Pilgub Mendatang

404
0
Reklamasi Pantai 'Patahkan' Langkah Gubernur Kepri Pada Pilgub Mendatang | Photo : Ist/Net

DETIKEPRI.COM, KEPRI – Reklamasi pantai merupakan kegiatan dan proyek yang selalu dilakukan di manapun, bahkan setiap kota dan negara juga melakukan reklamasi pantai untuk memberi ruang yang lebih cukup dalam membangun dan membuat daerah tersebut lebih indah dan lebih baik.

Lantas mengapa reklamasi pantai bisa menjerat seorang Gubernur dan bahkan Kepala Dinas serta Kepala Bidang di Provinsi Kepulauan Riau.

Hal yang paling mencolok adalah terjadinya suap dan kolusi serta korupsi di proyek reklamasi pantai, hal ini terjadi untuk mempermudah dan memperlancar urusan proyek.

BACA JUGA :  Demokrat Belum Tentukan Sikap di Pilpres 2019

Gilanya lagi terkadang oknum pemerintahan sengaja mempersulit untuk mendapat tanda perhatian yang cukup sehingga proyek tersebut dapat dimenangkan dan dapat dilaksanakan oleh perusahaan yang tidak seharusnya melakukan proyek tersebut.

Nilai yang cukup fantastik yang mengakibatkan terjadinya nafsu sahwat kerakusan sehingga terjadi penyuapan dan korupsi di proyek yang seharusnya dapat dinikmati oleh setiap masyarakat.

Akibat dari kecerobohan ini Seorang Gubernur bakalan terpatahkan langkahnya untuk kembali maju sebagai inkamben di pertarungan politik pemilihan Gubernur pada periode berikutnya.

BACA JUGA :  Tiga Pilar Penjaga Gerbang Bintan Timur, Razia Jam Malam Pelajar di Sejumlah Warnet dan Fasum

Banyak asumsi menyatakan bahwa apa yang dialami oleh Gubernur tersebut biasa terjadi dalam dunia politik, prilaku begal lawan saat perang politik bakal dilaksanakan pada periode berikutnya.

Apa yang dialami Gubernur Kepri juga dialami oleh beberapa kepala daerah lainnya, bahkan tidak sedikit kepala daerah yang terjaring operasi tangkap tangan KPK.

Seperti tiada habisnya kondisi korupsi di Indonesia pada posisi berbahaya, walaupun sering terjadi penangkapan dan operasi tangkap tangan tidak lantas menjadikan prilaku korupsi jera dan justru bertambah.

BACA JUGA :  Bantu Bawaslu, Lembaga Pemantau Pemilu Diminta Segera Daftar

Lantas bagaimana membersihkan korupsi hingga tingkat yang lebih baik, lantas siapa yang bisa membersihkan korupsi dengan baik dan tidak terjadi lagi.

Dinegara-negara maju ketika pejabat publik diketahui melakukan kesalahan terlebih lagi melakukan tindakan korupsi maka secara spontan pejabat publik tersebut akan mengundurkan diri dan langsung siap menerima hukuman sesuai dengan aturan undang-undang yang berlaku.

Bahkan mereka akan merasa malu dengna perbuatan yang telah dilakukannya, sementara itu di Indonesia seperti budaya yang tidak boleh ditinggalkan pelaku korupsi merasa nyaman dan aman.

Tinggalkan Balasan