Beranda Liputan Khusus Syiar Islam Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, Arafah begini Niat, Dalil serta Keutamaannya

Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, Arafah begini Niat, Dalil serta Keutamaannya

930
0
IKLAN

DETIKEPRI.COM, SYIAR – Sebagaimana yang telah dilakukan Nabi Besar Muhammad S.A.W yang selalu berpuasai di Bulan Dzulhijjah, serta berpuasa Tarwiayah dan Arafah.

Niat Puasa Dzulhijjah boleh dilakukan pada pagi atau siang hari dengan catatan belum makan dan minum sejak pagi lalu terbersit keinginan untuk berpuasa.

Sedangkan pada puasa wajib seperti puasa Ramadhan, puasa qadha dan puasa kaffarah atau puasa nadzar wajib dilakukan pada malam hari sebelum masuk waktu shubuh.

BACA JUGA :  Warga Keluhkan Rusaknya Halaman Parkir Barek Motor, Pengelola Mana?

Istilah yang sering digunakan adalah tabyitunniyah, atau memabitkan niat. Maksudnya, di malam hari seseorang sudah harus berniat bahwa besoknya dirinya akan melaksanakan puasa.

“Ketentuan tabyitunniyyah ini hanya berlaku pada puasa wajib saja, seperti puasa Ramadhan, puasa nadzar, puasa qadha’ dan puasa kaffarah saja.

Sedangkan puasa-puasa sunnah, seperti puasa Senin dan Kamis, puasa ayyamul biiydh, puasa 6 hari bulan Syawwal dan seterusnya, tidak membutuhkan tabyitunniyah.

BACA JUGA :  Kapolres Tulang Bawang : Berikut Modus Operandi Spesialis Pelaku Curas Yang Sudah Residivis 4 Kali

Sehingga asalkan seseorang belum sempat makan dan minum sejak pagi, lalu tiba-tiba terbetik keinginnan untuk berpuasa, dia bisa langsung berpuasa,” kata Direktur Rumah Fiqih Indonesia, Ustaz Ahmad Sarwat Lc MA

1
2
3
4
5
SebelumnyaSaat ini Hamil hilang nafsu makan, ini 5 Penyebabnya
SelanjutnyaEuro 2020 : Timnas Inggris dari berbagai Ras yang siap Banggakan Penggemar