Beranda Ekonomi & Bisnis Yen Menguat Signifikan, Poundstreling Terpuruk di Pasar Forex

Yen Menguat Signifikan, Poundstreling Terpuruk di Pasar Forex

192
0
BERBAGI
Yen Menguat Signifikan, Poundstreling Terpuruk di Pasar Forex | Photo : Ist/Net

DETIKEPRI.COM, BISNIS – Geliat perdagangan forex cukup terlihat dengan perkembangan mata uang yang signifikan, bahkan pergerakan pasar forex terkadang menjadi acuan bagi pelaku pasar saham.

Saat ini Yen mencapai pada puncak kekuatannya yang berimbas pada tumbangnya Poundstreling, hal ini menjadi rezeki sendiri bagi pasar forex.

Geliat pasar forex dalam dua pekan terakhir, mata uang poundsterling amblas sementara yen menguat signifikan, dolar AS loyo.

Performa poundsterling balik buruk pada perdagangan Jumat (9/8/19) setelah jeblok mendekati level terlemah 34 tahun. Dalam sehari poundsterling kehilangan nilainya sebesar 0,8% dan mencapai level US$ 1,2034, berdasarkan data Refinitiv. Level tersebut menjadi yang terlemah sejak Januari 2017. Kala itu level terlemah poundsterling adalah US$ 1,1979.

Mundur lagi ke belakang, poundsterling mengalami flash crash pada 7 Oktober 2016, ketika secara tiba-tiba poundsterling jeblok ke level US$ 1,1450, namun tidak lama kemudian kembali pulih dan mengakhiri perdagangan hari itu di level US$ 1,2432, melansir data Refinitiv.

Titik terendah saat flash crash tersebut merupakan level terlemah 31 tahun poundsterling melawan dolar AS. Saat itu nilai tukar poundsterling tiba-tiba jeblok hampir 10%, dan dengan cepat berbalik lagi. Belum jelas penyebab flash crash, tetapi media-media internasional melaporkan hal itu sebagai akibat aksi jual besar yang dilakukan sistem komputer.

Jika tidak melihat titik terendah saat flash crash, maka level terlemah poundsterling dalam 31 tahun terakhir adalah US$ 1,2054 di bulan Januari 2017. Melihat posisi saat ini, level tersebut tidak terlalu jauh, jika berhasil, dilewati, maka poundsterling akan mencatat level terlemah 34 tahun melawan dolar AS.

Poundsterling di pekan ini akan menjadi mata uang yang paling menarik untuk ditransaksikan. Tekanan kuat dialami pound setelah data menunjukkan ekonomi Inggris mengalami kontraksi di kuartal-II 2019.

Data dari Office for National Statistic (ONS) menunjukkan pertumbuhan ekonomi atau produk domestik bruto (PDB) Inggris sebesar -0,2% alias berkontraksi di kuartal-II tahun ini dari kuartal sebelumnya yang tumbuh 0,5%. Kontraksi tersebut merupakan yang pertama sejak kuartal-IV 2012.

Baca Halaman Berikutnya
Komentar
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here