Beranda Ekbis Berkenalan Empat Motif Emas Batik Complete Edition II

Berkenalan Empat Motif Emas Batik Complete Edition II

926
0
Emas Batik dari Logam Mulia

DETIKEPRI.COM, EKBIS – Batik sebagai salah satu warisan budaya Indonesia telah mendapatkan pengakuan dunia melalui penetapan dari Badan PBB untuk Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan atau UNESCO.

Dalam pengakuan yang disampaikan oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009, batik dijadikan sebagai salah satu warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and the Intangible Heritage of Humanity).

Sebagai salah satu bentuk pelestarian batik, PT Antam Tbk., melalui UBPP Logam Mulia pada tahun 2018 ini mengenalkan kembali produk Emas Seri Batik Indonesia.

Emas Seri Batik Indonesia yang diproduksi oleh UBPP Logam Mulia sendiri merupakan seri kedua menyusul seri batik sebelumnya yang mendapat respon positif dari publik di Indonesia.

Dalam emas seri batik Indonesia kali ini, UBPP Logam Mulia mengenalkan produk Emas Batik Seri II dalam tajuk Complete Edition yang terdiri dari empat motif:

Emas Batik Versi II

Diciptakan oleh Permaisuri Sunan Paku Buwana III yang bernama Kanjeng Ratu Kencana, batik truntum memiliki makna mendalam tentang kesetiaan, cinta yang tulus dan abadi. Kata ‘truntum’ yang dijadikan nama motif batik ini berasal dari istilah “tumaruntum” yang bermakna semakin lama semakin terasa subur berkembang.

Menurut tradisi klasik Jawa, kain batik bermotif truntum biasa dipakai oleh orang tua pengantin pada saat hari pernikahan.

Batik ini dikenakan sebagai harapan agar cinta kasih yang tumaruntum akan menghinggapi kedua mempelai yang sedang menikah.

Selain itu, batik truntum juga dimaknai sebagai kewajiban untuk ‘menuntun’ bagi orang tua kepada pasangan yang sedang memasuki pernikahan sebagai tahapan hidup yang baru.

Emas Batik Trumtum

Berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta, motif batik Wahyu Tumurun pada awalnya dikenakan sebagai busana peribadatan sejak era Panembahan Senopati di Kotagede.

Motif batik ini kemudian dikembangkan kembali oleh Sultan Agung. Dengan motif yag identik pada pola mahkota terbang sebagai motif utama, motif batik Wahyu Tumurun dimaknai sebagai simbol kemuliaan.

Motif batik Wahyu Tumurun memiliki filosofi sebagai gambaran harapan agar pemakainya mendapat petunjuk, berkah, rahmat, dan anugerah yang berlimpah dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Selain itu, motif batik ini juga memiliki filosofi seagai harapan untuk mencapai keberhasilan dalam meraih cita-cita, kedudukan maupun pangkat.

Emas Wahyu Trumtum

Pada awalnya, motif batik Sekar Jagad merupakan motif yang populer di daerah Yogyakarta dan Solo (Surakarta).

Motif batik ini merupakan simbol kecantikan dan keindahan, sehingga siapa saja yang melihat akan terpesona. Secara harfiah, motif batik Sekar Jagad berasal dari bahasa Jawa klasik yaitu “kar jagad” yang merupakan gabungan dari dua kata, “kar” berarti peta, dan “jagad” berarti dunia, sehingga motif ini menggambarkan keberagaman di seluruh dunia.

Dalam versi lain, sekar jagad berasal dari kata sekar yang berarti bunga dan jagad yang berarti dunia. Motif ini menggambarkan bahwa batik sekar jagad memiliki filosofis tentang keindahan dan keanekaragaman.

Emas Batik Skar Jagad

Secara harfiah, Purbo bermakna memelihara, sementara Nogoro bermakna negara. Pada jaman kerajaan, motif batik purbo negoro banyak digunakan oleh raja dan pemimpin.

Secara filosofis, motif batik purbonegoro bermakna bahwa seorang pemimpin wajib memelihara negara sebaik-baiknya untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat, termasuk juga memelihara kelestarian lingkungan.

Selain menjadi salah satu bagian dari pelestarian batik sebagai budaya Indonesia, emas batik series merupakan salah satu produk UBPP Logam Mulia Antam yang telah tersertifikasi oleh The London bullion market Association(LBMA).