Beranda Daerah Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212, Ditetapkan Jadi Tersangka

Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212, Ditetapkan Jadi Tersangka

321
0
BERBAGI
Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212, Selamet Ma'arif jadi tersangka | Photo : Ist/Net

DETIKEPRI.COM, JAKARTA – Kubu pasangan calon presiden-calon wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menuding pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin berupaya menggembosi basis suara mereka dengan menetapkan Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma’arif sebagai tersangka.

Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, menyebut penetapan tersangka itu sangat janggal lantaran juru bicara FPI tersebut tidak mengajak masyarakat memilih Prabowo.

Selain itu, dalam ceramahnya di acara Tablig Akbar 212 Solo Raya di Gladak, Kecamatan Pasar Kliwon, Slamet Ma’rif tidak menyampaikan visi dan misi Prabowo-Sandiaga.

BACA JUGA :  Form C1 ditemukan dalam Tong Sampah Padahal Belum Pleno

“Jadi agak membingungkan dan agak janggal. Kenapa ustad Slamet Ma’rif ditetapkan tersangka? Bahwa hukum ini terindikasi hanya tajam kepada pendukung Prabowo, tapi tumpul kepada Jokowi,” ujar juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, Senin (11/02).

Dia lantas membandingkan sikap lunak dan keberpihakan kepolisian terhadap para pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin, semisal 10 kepala daerah di Riau yang mendeklarasikan dukungan terhadap pasangan nomor urut 01 pada akhir Desember lalu.

Hanya saja, kata Andre, Sentra penegakan hukum terpadu (Gakkumdu) yang terdiri dari Bawaslu, Kepolisian, dan Kejaksaan, menyatakan tidak ada unsur pelanggaran pidana pemilu.

BACA JUGA :  Erick Tohir Diangkat Jadi Ketua Tim Pemenangan Jokowi - Ma'ruf Amin

“Bayangkan bupati, walikota, banyak deklarasi mendukung Jokowi tapi tidak diberi sanksi, aman-aman saja. Tapi Kepala Desa Sampangagung langsung masuk penjara karena mendukung Prabowo-Sandi. Jadi kita ini objektif sajalah,” sambungnya.

Menjawab sangkaan itu, juru bicara Tim Kemenangan Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding, menyanggahnya. Menurut dia, Bawaslu merupakan lembaga independen yang tidak bisa diintervensi.

“Bawaslu itu nggak bisa diatur. Lagipula, kubu sebelah itu apapun judulnya pasti disebut kriminalisasi. Jadi jangan segala hal disalahkan ke orang lain dong. Ini kan hukum dan bisa dibuktikan di pengadilan. Polisi juga transparan dalam menersangkakan seseorang,” jelasnya.

BACA JUGA :  Form C1 ditemukan dalam Tong Sampah Padahal Belum Pleno

Untuk itu, kata Andre, Tim Advokasi BPN Prabowo-Sandi bakal memberikan bantuan pengacara kepada Slamet Ma’arif.

“Kami akan bekerja keras dengan segenap upaya untuk melakukan advokasi dan pembelaan kepada ustad Slamet Ma’arif.”

Dalam catatan Tim BPN Prabowo-Sandiaga, setidaknya ada dua ulama pendukung capres ini yang dianggap diperlakukan tidak adil.

Baca Halaman Berikutnya
Komentar
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here