Beranda Lifestyle Bayar Dengan Bibit Pohon, Klinik Kesehatan di Kalimantan Siap Layani Masyarakat

Bayar Dengan Bibit Pohon, Klinik Kesehatan di Kalimantan Siap Layani Masyarakat

370
0
BERBAGI
Berobat Kesehatan di Klinik Ini hanya bayar dengan bibit pohon | Photo : WHITLEY AWARD/BBC

DETIKEPRI.COM, KALIMANTAN – Berobat dengan mengeluarkan biaya yang besar sudah lumrah di dunia kesehatan dan medis, bahkan tak tanggung-tanggung rumah sakit dan klinik kesehatan akan membebankan biaya yang cukup mahal tanpa memandang kondisi ekonomi pasien.

Banyak yang terbebani dengan biaya yang besar dan jelas memberatkan bagi masyarakat yang memiliki tingkat ekonomi dibawah standar.

Gilanya lagi rumah sakit atau klinik tidak akan melakukan perawatan dan pengobatan jika pasien tidak membayar sejumlah uang muka untuk pengobatan tertentu.

Fasilitas kesehatan seyogyanya tidak memilih atau memandang status apapun, dan tanpa membebankan biaya yang mahal untuk membantu orang sakit dan menyembuhkan terlebih dahulu.

BACA JUGA :  Beberapa Penyakit Kulit yang Sering Terjadi di Indonesia

Apa yang terjadi di dunia kesehatan ternyata tidak sejalan dengan apa yang dilakukan oleh sebuah klinik kesehatan yang berada di Kalimantan.

Bahkan klinik kesehatan ini tidak menarik biaya yang besar untuk setiap masyrakat yang berobat, klinik ini justru menerima pembayaran dengan bibit pohon bagi masyarakat yang ingin berobat di klinik tersebut.

Dilansir dari bbc.com Sebuah klinik kesehatan di Kalimantan Barat menerima pembayaran dengan bibit pohon, praktik yang membantu menurunkan angka penebangan liar dalam satu dekade terakhir.

BACA JUGA :  Bagi Yang Suka Diet Karbohidrad, Waspadai Jangan Sampai Alami Hal ini

Di satu klinik di Sukadana, Kalimantan Barat, seorang ibu membawa lebih dari 200 bibit pohon jengkol miliknya.

Bibit itu dibawa Asma, nama ibu itu, bukan untuk dijual, tapi untuk membayar biaya pengobatan keluarganya di klinik yang dinamakan Alam Sehat Lestari atau ASRI.

Bibit pohon yang dibawanya itu bukan untuk biaya satu kali berobat namun sebagai deposit biaya pengobatan keluarganya. Sejauh ini, Asma telah memiliki deposit senilai Rp2 juta, yang dia gunakan untuk membawa ayah dan ibunya berobat.

“Ayah saya sakit prostat, ada batu ginjal. Saya bayar pakai bibit untuk pengobatannya, ada keringanan untuk saya. Karena kalau pakai uang saya tidak mampu. Ibu saya juga berobat pakai bibit dia sakit maag dan asam urat,” ceritanya saat ditemui akhir Januari lalu.

BACA JUGA :  Taukah Anda, Inilah 6 Manfaat Buka Puasa Dengan Kurma

Sistem pengobatan seperti ini dirintis oleh seorang dokter gigi Hotlin Omposunggu dan dokter Kinari Webb pada 2007. Mereka prihatin melihat tingginya praktek penebangan liar di daerah yang terletak di seputar Taman Nasional Gunung Palung, area seluas 90.000 hektar, habitat sekitar 2500 orang utan dan satwa liar lain.

Baca Halaman Berikutnya
Komentar
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here