Beranda Lifestyle Bayar Dengan Bibit Pohon, Klinik Kesehatan di Kalimantan Siap Layani Masyarakat

Bayar Dengan Bibit Pohon, Klinik Kesehatan di Kalimantan Siap Layani Masyarakat

211
0
BERBAGI
Berobat Kesehatan di Klinik Ini hanya bayar dengan bibit pohon | Photo : WHITLEY AWARD/BBC

DETIKEPRI.COM, KALIMANTAN – Berobat dengan mengeluarkan biaya yang besar sudah lumrah di dunia kesehatan dan medis, bahkan tak tanggung-tanggung rumah sakit dan klinik kesehatan akan membebankan biaya yang cukup mahal tanpa memandang kondisi ekonomi pasien.

Banyak yang terbebani dengan biaya yang besar dan jelas memberatkan bagi masyarakat yang memiliki tingkat ekonomi dibawah standar.

Gilanya lagi rumah sakit atau klinik tidak akan melakukan perawatan dan pengobatan jika pasien tidak membayar sejumlah uang muka untuk pengobatan tertentu.

BACA JUGA :  Buah Nangka Baik Untuk Kesehatan, Ini 5 Manfaat Kegunaanya

Fasilitas kesehatan seyogyanya tidak memilih atau memandang status apapun, dan tanpa membebankan biaya yang mahal untuk membantu orang sakit dan menyembuhkan terlebih dahulu.

Apa yang terjadi di dunia kesehatan ternyata tidak sejalan dengan apa yang dilakukan oleh sebuah klinik kesehatan yang berada di Kalimantan.

Bahkan klinik kesehatan ini tidak menarik biaya yang besar untuk setiap masyrakat yang berobat, klinik ini justru menerima pembayaran dengan bibit pohon bagi masyarakat yang ingin berobat di klinik tersebut.

BACA JUGA :  Hati-Hati!!, Hamil Diluar Kandungan Dapat Berakibatkan Kematian

Dilansir dari bbc.com Sebuah klinik kesehatan di Kalimantan Barat menerima pembayaran dengan bibit pohon, praktik yang membantu menurunkan angka penebangan liar dalam satu dekade terakhir.

Di satu klinik di Sukadana, Kalimantan Barat, seorang ibu membawa lebih dari 200 bibit pohon jengkol miliknya.

Bibit itu dibawa Asma, nama ibu itu, bukan untuk dijual, tapi untuk membayar biaya pengobatan keluarganya di klinik yang dinamakan Alam Sehat Lestari atau ASRI.

BACA JUGA :  Pernahkah Alami Flek Darah Saat Hamil, Inilah 5 Penyebabnya
Baca Halaman Berikutnya
Komentar
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here