Beranda Politik Perebutan Kursi Ketua Umum, Akibatkan Kericuhan Terjadi di Kongres V PAN Kendari

Perebutan Kursi Ketua Umum, Akibatkan Kericuhan Terjadi di Kongres V PAN Kendari

762
0
Perebutan Kursi Ketua Umum, Akibatkan Kericuhan Terjadi di Kongres V PAN Kendari | Photo : Ist/Net

DETIKEPRI.COM, POLITIK – Ada empat calon Ketua Umum yang mengisi jalannya Kongres V PAN di Hotel Claro Kendari Sulawesi Tenggara, perebutan kursi ketua umum mengakibatkan kericuhan terjadi di jalannya Kongres PAN.

Keinginan Zulkifli Hasan untuk bisa menduduki kursi ketua umum kembali menjadi perdebatan panjang dalam perebutan kursi ketua umum.

Sebelumnya Rakernas sempat terjadi kericuhan hingga Zulkifli Hasan kabur dengan membawa palu sidang, kondisi ini terus berlanjut dengan berlomba mendapatkan dukungan sebanyak-banyak untuk setiap calon ketua umum.

BACA JUGA :  Kongres V PAN Rusuh, Lempar Kursi Hingga Kaca Pecah

Kongres V Partai Amanat Nasional (PAN) di Kendari, Sulawesi Tenggara berjalan memanas. Bahkan saking panasnya persaingan perebutan ketua umum PAN, jalannya kongres terpaksa harus diskors sampai dengan jam 14.00 WITA.

Di dalam ruang sidang, massa berteriak dan protes dengan nada tinggi. Bahkan peristiwa saling lempar botol air mineral dan lempar kursi tak terelakkan. Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais harus dievakuasi karena kondisi yang tidak kondusif

Salah satu calon Ketua Umum PAN, Mulfachri Harahap mengakui jalannya kongres memang memanas. Penyebabnya adalah karena masalah registrasi kepesertaan dalam kongres.

BACA JUGA :  Kongres V PAN Rusuh, Lempar Kursi Hingga Kaca Pecah

“Ini kan soal kepesertaan, lagi-lagi sejak kemarin saya bilang bahwa SC (Steering Committee) harus menyelesaikan dulu persoalan-persoalan yang menyangkut masalah kepesertaan. Kita tahu bahwa ada sejumlah daerah, ada sejumlah pemilik suara yang masih diperdebatkan status kepesertaannya. Ini saya sampaikan kemarin. Kalau ini tidak diselesaikan sejak awal, ini potensi untuk menjadi masalah,” kata Mulfachri saat keluar dari lokasi Kongres, Selasa 11 Februari 2020.

Mulfachri mengatakan registrasi peserta telah ditetapkan pada hari senin pukul 09.00 WITA sampai dengan 12.00 WITA. Namun banyak peserta yang tak mampu memenuhi syarat dan akhirnya panitia menggelar rapat untuk mencari solusi

BACA JUGA :  Kongres V PAN Rusuh, Lempar Kursi Hingga Kaca Pecah

“Ada berbagai macam persoalan yang diputuskan dalam rapat itu. Di antaranya soal dibukanya kembali, tapi dengan kesepakatan bahwa soal-soal yang menyangkut perdebatan, soal kepesertaan juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keputusan SC yang khusus membicarakan soal dibukanya kembali pendaftaran untuk peserta kongres,” ujar Mulfachri.

Tinggalkan Balasan