Beranda Daerah Sjamsul Nursalim Bersama Istri Jadi Tersangka KPK Atas Dugaan Kasus BLBI

Sjamsul Nursalim Bersama Istri Jadi Tersangka KPK Atas Dugaan Kasus BLBI

184
0
BERBAGI
KPK tetap mantas bos Bank Dagang Nasional Indonesia sebagai tersangka BLBI | Photo : Ist/net/Ptr

DETIKEPRI.COM, JAKARTA – Sjamsul Nursalim bersama istri ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK terkait kasus BLBI. Kasus ini sempat lama mengendap dan akhirnya di bongkar kembali oleh KPK dan menemukan titik terang yang mengarah kepada beberapa nama yang masuk dalam daftar KPK.

Setelah penangkapan Syafruddin dan pengembangan keterangan dan kasus dari data yang diterima KPK, dinyatakan Sjamsul Nursalim terlibat dalam kasus BLBI, dimana Sjamsul sebagai direktur Bank Dagang Nasional Indonesia pada masa itu.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Sjamsul Nursalim dan istrinya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dengan kerugian negara mencapai Rp4,58 triliun.

BACA JUGA :  Syafruddin Divonis 13 Tahun Penjara Denda Rp700 Juta, Terkait Kasus BLBI

Menurut Forbes, Sjamsul Nursalim, berada di posisi ke 36 dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan US$810 juta atau sekitar Rp11,34 triliun.

Penetapan tersangka terhadap Sjamsul – yang saat ini tinggal di Singapura – dipastikan oleh Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang.

“Iya (Sjamsul Nursalim) bersama istrinya,” sebut Saut kepada wartawan BBC News Indonesia, Jerome Wirawan, pada Senin (10/6).

BACA JUGA :  Qatar Mendapat Embargo Ekonomi dari Empat Negara Tetangganya

Status tersangka disematkan kepada pemegang saham Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) itu setelah KPK melakukan gelar perkara terkait hasil pengembangan perkara terpidana mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Syafruddin Arsyad Temanggung.

Syafruddin diganjar hukuman 15 tahun pidana penjara dan denda Rp1 miliar subsidair tiga bulan kurungan oleh Pengadilan Tinggi DKI dalam putusan banding.

Majelis hakim menyatakan Syafruddin terbukti bersalah karena telah melakukan penghapusbukuan terhadap utang pemilik saham Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI), Sjamsul Nursalim, tahun 2004, dengan menerbitkan Surat Keterangan Lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (SKL BLBI) tanpa persetujuan rapat terbatas kabinet Presiden Megawati Soekarnoputri.

BACA JUGA :  Qatar Mendapat Embargo Ekonomi dari Empat Negara Tetangganya

Pada pertimbangan Putusan Pengadilan Tipikor No. 39/Pid.Sus/Tpk/2018/PN.Jkt.Pst disebutkan secara tegas bahwa tindakan terdakwa Syafruddin Arsyad Temanggung telah memperkaya Sjamsul Nursalim sebesar Rp4,58 triliun.

Dalam rilis KPK yang diperoleh BBC News Indonesia, KPK menyatakan telah mengirimkan surat pemanggilan kepada Sjamsul Nursalim dan istrinya, Itjih Nursalim, sebanyak tiga kali pada periode Oktober hingga Desember 2018.

Baca Halaman Berikutnya
Komentar
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here