Beranda Lifestyle Mencegah Penularan Covid-19 Lewat Udara (Airbone), Berikut Penjelasannya

Mencegah Penularan Covid-19 Lewat Udara (Airbone), Berikut Penjelasannya

806
Mencegah Penularan Covid-19 Lewat Udara (Airbone), Berikut Penjelasannya | Photo : Dok.Istimewa

DETIKEPRI.COM, KESEHATAN – Pandemi Covid-19 telah memasuki masa yang cukup lama hingga saat ini tidak dapat ditanggulangi dengan baik oleh semua pihak, terlebih kebebasan dan kebosanan orang melihat kondisi ini.

Terlalu panjangnya pandemi ini sehingga muncul anti pati dan tidak lagi percaya akan Covid-19, saat ini ada beberapa cara penularan Covid-19 yang bisa terjadi.

Kasus terbaru ternyata Covid-19 bisa menular lewat udara (Airbone). Ini kasus baru setelah 239 Ilmuan dari 32 Negara yang menyampaikan surat terbuka untuk WHO yang menyimpulkan bahwa COVID-19 juga bisa menular secara airborne atau melalui udara.

Apa Itu Penularan Melalui Udara (Airborne)?

Saat batuk, bersin, atau berbicara seseorang dapat mengeluarkan percikan cairan dari mulut atau hidungnya, baik percikan liur atau lendir dari saluran pernapasan. Percikan ini dapat menjadi pembawa berbagai macam penyakit, termasuk COVID-19. Percikan yang ukurannya lebih dari 5 mikron (1 mikron = 1/1.000 mm) disebut dengan droplet. Sebagai perbandingan, sehelai rambut manusia memiliki diameter sekitar 70-100 mikron.

BACA JUGA :  Mau Berat Badan Turun dan Tetap Sehat, Konsumsi 10 Makanan Ini

Satu droplet saja bisa membawa cukup banyak virus karena ukuran virus SARS-CoV-2 hanya sekitar 0,1 mikron. Saat seseorang batuk atau bersin, droplet dapat menyembur sejauh 1-2 meter sebelum akhirnya jatuh ke permukaan karena gravitasi. Droplet bisa saja melayang lebih jauh ketika ada angin atau saat orang bergerak.

Droplet bisa saja jatuh di mata, hidung, atau mulut seseorang yang berdekatan dengan penderita COVID-19 dan penularan pun terjadi. Selain itu, droplet bisa saja jatuh di permukaan benda yang sering disentuh dan akhirnya akan menular jika seseorang tidak menjaga kebersihan tangannya.

BACA JUGA :  Cek Mitos apa Fakta, Manfaat Omega-3?

Dua cara penularan ini yang menjadi dasar himbauan untuk selalu menjaga jarak, desinfeksi permukaan, menggunakan masker dan face shield, dan mencuci tangan.

Namun, ada percikan yang lebih kecil dari droplet, ukurannya kurang dari 5 mikron. Percikan ini disebut dengan aerosol. Memiliki ukuran yang kecil membuat aerosol lebih ringan, sehingga lebih lama melayang di udara.

BACA JUGA :  Ibu Hamil Wajib Baca, Inilah 7 Keuntungan Melahirkan Normal

Aerosol bisa melayang di udara hingga berjam-jam sebelum akhirnya jatuh di permukaan atau hilang menguap karena panas. Penularan melalui aerosol ini yang dimaksud dengan penularan melalui udara atau airborne. Campak dan tuberculosis (TBC) adalah contoh penyakit lain yang dapat menular melalui airborne.

Bukti Penularan COVID-19 Melalui Udara

Awalnya, WHO dalam panduannya mengumumkan bahwa penularan airborne hanya terjadi di fasilitas kesehatan saat tenaga medis melakukan tindakan medis yang menghasilkan aerosol, seperti nebulisasi, pemasangan alat bantu napas, selang oksigen, dan lain-lain.

Tinggalkan Balasan