Beranda Internasional Brazil Tolak Uji Klinis Vaksin Dari China, ‘Kemenangan’ Kata Bolsonaro

Brazil Tolak Uji Klinis Vaksin Dari China, ‘Kemenangan’ Kata Bolsonaro

111

DETIKEPRI.COM, BRAZIL – Penangguhan terhadap uji klinis Vaksin Covid19 Sinovac menjadi persoalan baru bagi China, sebab uji klinis ini penting untuk melihat seberapa besar daya kerja dari vaksin tersebut.

Sehingga dapat di tentukan penggunaannya untuk produksi massal vaksin Sinovac yang di yakini dapat menyembuhkan infeksi virus Covid-19.

Penolakan Presiden Brasil, Jair Bolsonari bukan tidak beralasan, dan ini merupakan tindakan langakah yang mempertimbangkan keselamatan bagi rakyat Brazil.

Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, menyatakan penangguhan uji klinis vaksin Covid-19 di Brasil yang dikembangkan perusahaan China sebagai sebuah “kemenangan”. Uji klinis tahap akhir untuk vaksin Sinovac itu sedang dilakukan di Indonesia dan Turki.

Tahap uji klinis dihentikan setelah terjadi suatu “insiden merugikan yang parah” – dilaporkan berupa kematian seorang relawan.

Pihak berwenang bidang kesehatan di Brasil, Anvisa, mengatakan insiden itu terjadi pada Oktober 29, namun tidak memberi detil lebih lanjut.

Tetapi, kepala lembaga yang melakukan uji klinis tersebut mengatakan kepada media setempat bahwa kematian relawan yang bersangkutan tidak terkait dengan uji klinis itu sendiri.

Presiden Bolsonaro telah lama mengkritik vaksin tersebut karena keterkaitannya dengan China. Dia mengatakan vaksin itu tidak akan dibeli oleh negaranya.

Bolsonaro juga terlibat dalam pertarungan politik dengan Gubernur São Paulo, João Doria, yang secara terbuka mendukung uji klinis itu.

Melalui Facebook, presiden mengatakan penghentian uji klinis CoronaVac adalah “kemenangan lagi untuk Jair Bolsonaro”.

Vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan China, Sinovac Biotech, adalah salah satu dari beberapa vaksin yang telah memasuki tahap akhir uji klinis secara global.

Sinovac mengatakan pihaknya “yakin dengan keamanan vaksin”.

Perusahaan itu telah menggunakan vaksin itu untuk mengimunisasi ribuan orang di negaranya dalam program penggunaan darurat.

Brasil adalah salah satu negara yang paling terdampak virus corona. Negara itu mencatat lebih dari 5,6 juta kasus yang terkonfirmasi – tertinggi ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan India – dan hampir 163.000 kematian, menurut data yang dikumpulkan oleh Johns Hopkins University.

Mengapa uji klinis ditangguhkan?

Pada Senin (09/11), Anvisa mengatakan pihaknya telah “memutuskan untuk menghentikan uji klinis CoronaVac menyusul insiden merugikan yang serius”.

Tinggalkan Balasan