Beranda Lifestyle Gara-Gara Lupa Bawa Kaset, Jadi Bisnis Triliun Rupiah, Cerita Dibalik Zumba

Gara-Gara Lupa Bawa Kaset, Jadi Bisnis Triliun Rupiah, Cerita Dibalik Zumba

141
0
BERBAGI
Beto Perez sekarang menjadi salah seorang pemilik bisnis Rp7,1 triliun. | Photo : Zumba

DETIKEPRI.COM, LIFESTYLE – Zumba senam kebugaran modern yang banyak berkembang di dunia bahkan di Indonesia terlihat perkembangannya secara pesat. Zumba menjadi salah satu senam yang boleh dikatakan sukses bahkan binis zumba saat ini telah mencapai triliunan rupiah.

Pendiri Zumba Fitness, Beto Perez tak pernah menyangka bisnis kebugaran yang kini bernilai sekitar US$500 juta atau sekitar Rp7,1 triliun, mulai terbuka jalannya ketika ia lupa membawa kaset rekaman musik.

Bisnis besar ini terus berkembang pesat dengan perkembangan yang disebut Beto berkembang “dengan sangat cepat di negara-negara seperti Korea Selatan dan Indonesia”.

Beto juga mengatakan, “Gerakan global ini benar-benar lebih kuat dari pada sebelumnya.”

Ini semua bermula saat Beto, salah satu pendiri perusahaan kebugaran, Zumba Fitness, lupa membawa kaset rekaman musik saat ia masih remaja dan sudah menjadi pelatih aerobik.

Pada tahun 1986 di Kolombia, ketika Beto – yang saat itu berumur 16 tahun – mengajar aerobik di kota asalnya, Cali, di bagian barat daya negara itu.

Dia harus menggunakan daftar lagu yang telah dipilih atasannya, daftar lagu pop teratas Amerika Serikat, termasuk dari Madonna dan Michael Jackson.

Tetapi pada suatu hari dia secara tidak sengaja lupa membawa kaset itu di rumah dan perlu mencari jalan keluarnya.

“Saya tidak memiliki pilihan selain menggunakan kaset kompilasi musik yang ada di mobil saya, dan kemudian berimprovisasi,” kata Beto yang sekarang berumur 49 tahun.

Sekitar 15 juta orang di dunia bergabung dalam kelas Zumba. | Photo : Zumba Fitness

Kaset di mobilnya berisi lagu-lagu Latin, dengan irama salsa dan musik Karibia yang ia rekam dari radio. Dia kemudian mengatakan kepada murid-muridnya bahwa ia tengah merencanakan kelas khusus dan selama 30 menit dia melakukan improvisasi gerakan sesuai dengan musik itu.

Kelas tersebut segera menjadi populer, katanya dan semua orang menjadi lebih menikmati kelas tersebut.

Beto kemudian memutuskan untuk tetap menggunakan lagu-lagu dengan irama jenis ini.

Baca Halaman Berikutnya
Komentar
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here