Beranda Ekonomi & Bisnis Tiket Pesawat Mahal, Presiden Jokowi Terkejut dan Baru Tahu

Tiket Pesawat Mahal, Presiden Jokowi Terkejut dan Baru Tahu

229
0
BERBAGI
Presiden mengaku kaget mengetahui harga tiket melambung tinggi | Photo : ist/net

DETIKEPRI.COM, JAKARTA – Harga tiket pesawat melambung tinggi alias mahal, sudah hampir dua bulan tiket pesawat domestik terjadi kenaikan harga dan dirasakan memberatkan bagi penumpang, terlebih lagi naiknya harga tiket dibarengi dengan bagasi pesawat yang berbayar.

Hal ini baru diketahui oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Presiden sempat terkejut mengetahui harga tiket pesawat melambung tinggi.

BACA JUGA :  Kronologi Tergelincirnya lion Air JT 892 Makasar - Gorontalo

Kepala negara menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Gala Dinner Peringatan HUT ke-50 Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) yang digelar di Grand Sahid, Senin (11/2/2019).

“Berkaitan dengan harga (tiket) pesawat, saya terus terang kaget,” kata Jokowi di depan ratusan pengusaha perhotelan dan restoran.

Pernyataan Jokowi sekaligus menjawab keluhan Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani yang menyebut kenaikan harga tiket pesawat telah memukul industri perhotelan.

BACA JUGA :  Lion Air JT 610 Jatuh di Perairang Kerawang, Bawa 12 Pegawai Pajak dan 4 Jaksa.

Kenaikan harga tiket pesawat dianggap sebagai biang keladi tingkat okupansi perhotelan menurun karena turunnya minat masyarakat untuk pergi berlibur.

“Bapak Presiden saat ini kami sedang menghadapi permasalahan terkait dengan melambungnya harga tiket pesawat udara sejak awal Januari. Dipicu oleh Garuda yang menghilangkan tiket promo,” kata Hariyadi.

Belum lagi, sambung Hariyadi, keputusan Lion AIr yang notabene maskapai penerbangan biaya murah menerapkan ketentuan bagasi berbayar, yang pada akhirnya mengerek harga tiket naik hingga 40%.

BACA JUGA :  Pencarian Korban dan Serpihan Pesawat Masih Dilakukan, Tim Sar Gabungan Menyisir Hingga Pantai Indramayu

“Kemudian, dengan bergabungnya Sriwijaya Air dengan manajemen Garuda Citilink, maka di Indonesia hanya ada dua perusahaan penerbangan yang menguasai pasar penerbangan,” kata Hariyadi.

Baca Halaman Berikutnya
Komentar
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here