Beranda Internasional Mahathir Akui Membui Anwar Ibrahim Adalah Sebuah Kesalahan

Mahathir Akui Membui Anwar Ibrahim Adalah Sebuah Kesalahan

862
0
BERBAGI
mahathir mohamd mengakui keputusan membui anwar ibrahim sebagai wakilnya ketika masih menjawab sebagai orang nomor satu dinegara itu adalah kesalahan / foto cnn indonesia

Detikepri.com Malaysia – Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, mengakui bahwa keputusannya untuk memenjarakan Anwar Ibrahim saat menjadi wakilnya ketika masih menjabat sebagai orang nomor satu di negara itu adalah sebuah kesalahan.

“Dari sudut pandang politik, saya tidak akan melakukan itu. Ketika saya menjadi perdana menteri, saya berjanji kepada diri sendiri tidak akan melakukan sesuatu yang membuat orang benci kepada saya,” ujar Mahathir dalam wawancara khusus dengan Sin Chew Daily.

BACA JUGA :  Bahas Reformasi Malaysia, Prabowo Temui Anwar Ibrahim di Kuala lumpur

Mahathir menjelaskan bahwa saat harus mengambil keputusan itu, dia tidak punya pilihan lain karena polisi sudah memaparkan semua bukti atas kasus dugaan sodomi Anwar Ibrahim.

Dikutip dari laman CnnIndonesia.com, Dalam kesempatan tersebut, Mahathir pun menolak julukan diktator yang selama ini selalu dilekatkan padanya. Menurutnya, jika ia seorang diktator, Anwar akan langsung dijebloskan ke penjara tanpa proses hukum.

BACA JUGA :  Kronologi Skandal Dugaan Korupsi US$4,5 Miliar Dolar Memicu Kekalahan Najib di Pemilu Malaysia

“Saya marah kepada polisi. Saya bertanya mengapa mereka tidak mengadili dia. Mereka tidak menjawab, tapi kemudian mengatakan bahwa dia sudah memiliki reputasi buru. Namun, saya memaksa dia harus diadili terlebih dulu,” ucap Mahathir, sebagaimana dikutip The Straits Times.

Saat itu, Mahathir sebenarnya hanya memiliki kewenangan untuk memecat Anwar dari jabatan wakil perdana menteri dan menteri keuangan.

BACA JUGA :  Korupsi Malaysia Lebihi Indonesia, Mahathir : Harus Dihapuskan Semua

Namun kemudian, UMNO memutuskan untuk melucuti jabatan Anwar sebagai wakil presiden partai berkuasa tersebut.

“Kami menggelar rapat dewan tinggi hingga jam 4.00. Semua orang berhak berbicara. Mereka tidak hanya tak ingin dia menjadi wakil presiden, mereka juga tidak mau dia di dalam partai. Itu bukan keputusan saya,” tutur Mahathir.

Baca Halaman Berikutnya
Komentar
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here