Beranda Politik Pariwisata Kepri Terpukul, Ini Langkah Ansar Ahmad Untuk Memulihkannya

Pariwisata Kepri Terpukul, Ini Langkah Ansar Ahmad Untuk Memulihkannya

117

DETIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG,- Industri pariwisata di Kepulauan Riau khususnya di Batam dan Bintan, menjadi sektor yang paling terpuruk akibat pandemi COVID-19 sehingga dibutuhkan langkah-langkah cerdas agar sektor ini bisa tetap bertahan dan tumbuh.

Karena akibat pandemi Covid 19, hampir seluruh negara di dunia menerapkan lockdown atau karantina wilayah yang membatasi bagi masyarakatnya. Alih-alih keluar negeri, kegiatan di luar rumah pun dibatasi guna memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Calon Gubernur Kepulauan Riau nomor urut tiga, H. Ansar Ahmad SE MM, mengatakan berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam dan Bintan di tahun 2020 mengalami penurunan drastis dibanding kunjungan wisman di tahun 2019.

Dan kondisi ini diprediksi akan semakin tertekan kalau tidak disiapkan langkah-langkah strategis agar bisnis pariwisata di Kepulauan Riau bisa bangkit lagi.

“Kita tidak boleh tinggal diam. Bisnis pariwisata harus kembali kita gairahkan agar berbagai sektor yang terdampak akibat terpukulnya sektor pariwisata ikut bangkit,” kata Ansar Ahmad ketika ditemui wartawan seusai kampanye dan sosialisasi Pilgub Kepri 2020 di Perum Hang Tuah Permai Tanjungpinang, Sabtu (14/11).

Pemerintah Singapura, kata Ansar, informasinya sudah mulai membuka pintu keluar masuk negaranya sejak pertengahan Oktober 2020 lalu. Meski dalam skala yang terbatas, tapi ini merupakan sebuah kesempatan untuk kembali mengangkat bisnis pariwisata di Kepulauan Riau. Karena kebanyakan wisatawan asing yang berkunjung ke Kepri khususnya Batam dan Bintan selalu melalui pintu masuk Singapura.

“Tugas kita adalah meyakinkan bahwa Kepri aman dari Covid 19. Kita harus berani memastikan bahwa tidak ada kluster baru Covid 19 di daerah kita. Pariwisata di Kepulauan Riau merupakan pariwisata sehat dan terjamin,” jelasnya.

World Travel and Tourism Council (WTTC) memperkirakan, sekitar 50 juta orang di sektor pariwisata di seluruh dunia terancam akan kehilangan pekerjaan akibat pandemi virus corona, Asia terkena dampak terburuk dengan kisaran 30 juta pekerja.

Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah mempersiapkan sejumlah langkah-langkah mitigasi dalam menangani krisis pariwisata di Indonesia.

Tinggalkan Balasan