Beranda Daerah Hati-hati Menggunakan Tuyul-Tuyul ‘GoJek’, Bisa Ditangkap Polisi

Hati-hati Menggunakan Tuyul-Tuyul ‘GoJek’, Bisa Ditangkap Polisi

586
0
Para 'Tuyul' Gojek ditangkap polisi | Photo : VIVA/Foe Peace Simbolon

DETIKEPRI.COM, TEKNOLOGI – Maraknya driver aplikasi Gojek membuat para driver berupaya untuk mendapat orderan dengan mudah, kesulitan dapat orderan cenderung berbagai cara dilakukan oleh para driver termasuk dengan menggunakan software tertentu untuk mendapatkan orderan secara cepat.

‘Tuyul’ istilah software yang ditanam dalam handphone untuk memudahkan driver mendapat jangkauan orderan walau tidak harus berkeliling.

Bahkan ‘Tuyul’ bisa menerima orderan lebih mudah dibanding yang tidak menggunakan ‘Tuyul’, ya namanya tuyul jelaslah ilegal.

Lantas bagaimana tanggapan para driver yang tidak menggunakan ‘tuyul’, sebagian driver mengaku hal tersebut memang berpengaruh dengan pendapatan orderan ketika tidak menggunakan tuyul, tapi sebagian juga menyampaikan bahwa lebih baik tidak menggunakan.

BACA JUGA :  Aksi 115 Ja'far Shodiq Waketum FPI Sebut-sebut 2019 Ganti Presiden

Konsekuensi dengan menggunakan tuyul apabila terdeteksi oleh vendor aplikasi maka akun driver tersebut bakal di blokir permanen dan tidak dapat lagi menggunakan aplikasi tersebut sampai kapan pun.

Seperti yang terjadi di Jakarta beberapa pelaku orderan fiktif dengan menggunakan tuyul ditangkap polisi Polda Metro Jaya. Seperti dilansir dari viva.co.id

Sebanyak empat orang diciduk terkait order fiktif transportasi online atau biasa dikenal ‘tuyul’. Mereka adalah RP, RW, CP, dan KA.

BACA JUGA :  Layanan SMS Gojek Unsur Penipuan

Para pelaku dalam sehari mengoperasikan puluhan akun driver transportasi online GoJek guna meraup untung dari order fiktif. Keempat pelaku membuat software tambahan di ponsel yang dipakai.

“Pelaku melakukan order fiktif seakan ada penumpangnya. Padahal tidak ada,” ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Rabu 13 Februari 2019.

Tiap pelaku punya 15 sampai 25 akun. Di mana dari satu akun, para pelaku mampu melakukan 24 perjalanan tanpa penumpang. Keuntungan yang mereka raup sebanyak Rp10 juta per hari.

BACA JUGA :  AJI Kutuk Penyerbuan Radar Bogor oleh Kader PDIP

“Dalam sehari, satu akun mendapat keuntungan Rp350 ribu, tapi, tiap orang memiliki 15 hingga 25 akun. Mereka mendapatkan keuntungan berkali-kali lipat. Kalikan saja per akun Rp350 ribu, ada empat orang, dan dilakukan setiap hari,” katanya.

Namun, aksi keempat pelaku akhirnya tercium pihak GoJek yang kemudian melapor ke polisi. Alhasil, para pelaku diciduk di Komplek Ruko Duta Mas, Jelambar, Jakarta Barat, pada Jumat 1 Februari 2019 lalu.

Tinggalkan Balasan