Beranda Internasional Akankah Wabah Virus Corono Wuhan bakal Mengancam Kekuasaan Xi?

Akankah Wabah Virus Corono Wuhan bakal Mengancam Kekuasaan Xi?

276
0
Para kritikus mengatakan konsolidasi kekuasaan Xi membuat lebih sulit bagi pejabat berpangkat rendah untuk menghadapi Beijing dengan 'berita buruk', yang mengakibatkan krisis besar seperti wabah koronavirus [File: Jason Lee / Reuters]

DETIKEPRI.COM, WUHAN – Analis memperdebatkan apakah pemimpin Cina akan muncul dari krisis tanpa cedera, atau menghadapi ketidakstabilan sosial dan politik. Terkait berkembangnya virus corona yang bakal mengancam kekuasaan xi jinping. Hal ini masih menjadi perdebatan dan masih belum memiliki kekuatan penuh untuk dapat diungkapkan.

Wabah koronavirus mematikan di Wuhan China terbukti menjadi salah satu ujian terbesar kepemimpinan delapan tahun Presiden Xi Jinping.

Penyebaran cepat penyakit ini, yang pertama kali terdeteksi pada akhir Desember, mendorong pemerintah China untuk menempatkan pusat kota dan daerah sekitarnya di bawah penguncian yang belum pernah terjadi sebelumnya, membatasi jutaan ke rumah mereka.

Sejak tindakan drastis diumumkan pada 23 Januari, kemarahan telah tumbuh di media sosial Cina, dengan beberapa pihak yang menuduh pemerintah menahan informasi dari masyarakat dan lambat bereaksi ketika virus pertama kali terdeteksi.

Sekitar 636 orang telah tewas dalam wabah, sementara setidaknya 31.161 lainnya jatuh sakit, menurut pemerintah pada hari Jumat.

Juga pada hari Jumat, Rumah Sakit Pusat Wuhan mengumumkan bahwa Dr Li Wenliang, dokter China yang bermasalah dengan pihak berwenang di negara komunis karena membunyikan peringatan dini tentang wabah virus, telah meninggal.

Dilansir dari laman aljazeera.com diberita pada (6/02/2019) lalu, Di tengah kemarahan dan frustrasi, badan pemerintahan China yang paling kuat mengakui awal pekan ini “kekurangan dan kesulitan” dalam tanggapannya terhadap krisis. Meskipun tidak menjelaskan lebih lanjut, pernyataan itu jarang diterima karena kesalahan untuk Komite Tetap Politbiro.

Xi, yang memimpin pertemuan itu, menyerukan “tindakan tegas dalam menahan penyebaran epidemi” dan memperingatkan agar tidak melanggar perintah komite, menurut kantor berita Xinhua milik negara.

Anggota komite juga menentukan wabah itu menjadi “ujian utama sistem dan kapasitas pemerintahan Tiongkok” dan mengatakan “kita harus merangkum pengalaman dan mengambil pelajaran darinya”, menurut Xinhua.

Pernyataan itu, beberapa pengamat mengatakan, adalah bukti dari kekhawatiran yang tumbuh di antara para pemimpin top China tentang apa arti wabah itu bagi sistem politik negara yang dikontrol ketat.

Tinggalkan Balasan