Beranda Ekonomi & Bisnis Nasabah Jiwasraya terus Tagih Janji Pemerintah, Kembalikan Uang Mereka

Nasabah Jiwasraya terus Tagih Janji Pemerintah, Kembalikan Uang Mereka

307
0
Nasabah Jiwasraya terus Tagih Janji Pemerintah, Kembalikan Uang Mereka | Photo : Ist/Net

DETIKEPRI.COM, JAKARTA – Kasus Jiwasraya terus bergulir, walau tidak tampak secara pemberitaan, namun kasus ini terus menjadi incaran para mantan nasabah yang merasa dirugikan atas kejadian Jiwasraya, bahkan banyak dari mereka terus menutut pengembalian uang mereka kepada pemerintah.

Kondisi ini terbukti dengan dengan gerakan para pemegang polis PT Jiwasraya (Persero) yang berupaya untuk menemui Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Upaya ini dilakukan sebagai bentuk rasa kecewa para nasabah yang tak kunjung mendapat berita yang baik akan segala kerugian mereka.

Pemegang polis PT Asuransi Jiwasraya (Persero) berhasil menemui Otoritas Jasa Keuangan atau OJK untuk menuntut penyelesaian klaim. Lalu, bagaimana nasib para pemegang polis Asuransi Jiwa Bersama atau AJB Bumiputera 1912 yang klaimnya pun tersendat?

Ketua Perhimpunan Pemegang Polis Bumiputera (Pempol Bumi) Jaka Irwanta menjelaskan bahwa terdapat perbedaan kondisi dari Jiwasraya dan Bumiputera, sehingga langkah para nasabah untuk mendorong penyelesaian klaimnya pun berbeda.

Perbedaan pertama menurutnya adalah karakteristik pemegang polis, pemegang polis JS Plan merupakan masyarakat dengan kemampuan ekonomi tinggi, berbeda dengan pemegang polis Bumiputera yang rata-rata merupakan masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah.

Perbedaan lainnya adalah Jiwasraya merupakan perusahaan pelat merah yang saham mayoritasnya dimiliki oleh pemerintah, sedangkan Bumiputera berbentuk mutual. Dua faktor tersebut membuat para pemegang polis Jiwasraya dapat menuntut haknya kepada pemerintah, termasuk OJK.

“Sekarang, kalau di Bumiputera, siapa yang harus bertanggung jawab atas kondisi yang seperti ini? Apakah semua pemegang polis dapat menagih janjinya langsung kepada pemerintah? Kondisinya berbeda,” ujar Jaka kepada Bisnis, Minggu (16/2/2020). dilansir dari laman bisnis.com

Dia menjabarkan bahwa permasalahan di tubuh Bumiputera tidak dapat diselesaikan dengan berbagai opsi yang coba dilakukan terhadap Jiwasraya. Pemerintah pun tidak dapat serta merta memberikan bantuan dana kepada Bumiputera.

Asuransi mutual satu-satunya di Indonesia tersebut menurutnya memiliki masalah akut, sehingga perlu diurutkan terlebih dahulu berbagai kebijakan perusahaan yang tidak pernah berhasil mengurai tunggakan klaim.

“Harus diurutkan dulu kenapa seperti ini, seperti kebijakan-kebijakan investasi, penjualan aset, kan harusnya diaudit, terakhir yang penetapan Pengelola Statuter, harusnya diaudit. Setelah rusak seperti ini dan Bumiputera harus bertanggung jawab sendiri kan enggak adil juga,” ujar Jaka.

Tinggalkan Balasan